Langsung ke konten utama

11 Oknum BRI Diperiksa Polda DIY Terdakwa Pingsan

11 Oknum BRI Diperiksa Polda DIY Terdakwa Pingsan

Yogyakarta (Mediarakyat.co.id)Terdakwa Elsa NA,SH (38 th), mantan karyawati Bank Rakyat Indonesia (BRI)  Yogyakarta, Kamis (23/11) tersendat-sendat menangis menyesali perbuatanya pada sidang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta diketuai Hapsoro Restu Widodo SH, MH dengan hakim anggota Erna Indarwati SH,MH dan Sari Sudarmi SH,MH.

Bahkan terdakwa ibu rumah tangga  cantik warga Kec Kasihan Kab Bantul tersebut seusai diperiksa pingsan (semaput/jw) ketika akan kembali diruang tahanan pengadilan setempat. Terdakwa diduga mengindap penyakit Vertago akibat selama kurang lebih 3 bulan  ditahan diruang Esolasi  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Wanita Wirogunan Yogyakarta. Sebab terdakwa disinyalir  melakukan perbuatan tidak senonoh dengan seorang  lelaki oknum anggota Sipir  Lapas Wirogunan. Konon oknum Sipir W itu belum ditindak lanjuti setimpal dengan perilakunya?

Terdakwa Narapidana (Napi) yang telah dijatuhi hukuman 5 tahun 4 bulan itu mengaku terus terang telah melakukan serangkaian  perbuatan tindak pidana pemalsuan tandatangan dan surat-surat untuk mengajukan pimjaman (kredit) pada beberapa kantor Bank Yogyakarta  dan jual beli sebidang tanah kepada  pengusaha di Yogyakarta.

Perbuatan tindak pidana secara berlanjut tersebut dilakukan bersama Napi  Ny Nariswari Paraminta Ully Basa alias Ully (40 th ) yang diadili diruang sidang terpisah.


Baca juga: 

Menjawab pertanyaan majelis hakim terdakwa mengatakan bahwa hukuman sebelumnya itu karena melakukan perbuatan melawan hukum disaat menjadi karyawati BRI Yogyakarta. Terdakwa didalam tahun 2015- 2916 menggelumbungkan pinjaman nasabah BRI miliartan rupiah. Penyimpangan tersebut diperiksa oleh atasan kemudian saya dipecat, Bahkan kasus tersebut melibatkan 11 orang oknum BRI yang saat ini masih diperiksa di Polda DIY, ucap terdakwa.   


Perbuatan terdakwa Elsa NA,SH , didakwa tim JPU Rahayu Dewi Andayani SH,MH dan Yusnita Ritonga SH,mH dari Kejaksaan Tinggi DIY, telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 266 ayat 1 juncto (jo) pasal 263 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana. (Man-KIJ)  

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di