Langsung ke konten utama

Dirut PT Merapi Berbelit-belit Dipengadilan

Dirut PT Merapi Berbelit-belit Dipengadilan

Sleman (Mediarakyat.co.id) - Terdakwa Johan Salim alias John (54 th) Direktur Utama (Dirut) PT Merapi Mas Abadi Kab Sleman Yogyakarta, Senin (20/11) dalam pemeriksaan majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berkilah dan berbelit-belit. Bahkan mengatakan bahwa dirinya diperiksa penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama 28 jam hanya disuruh menjawab “ ya atau tidak”. 

Saya sebelum mendatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) memang disuruh penyiddik untuk membaca tetapi tidak bisa karena tidak membawa kacamata, kilah terdakwa kepada Majelis HakimPengadilan Negeri Sleman,diketuai Aries Soleh Efendi SH,MH dengan hakim anggota Ali Sobirin SH,MH dan Ita Deni Setiawati SH,MH. 

Selanjutnya atas pertanyaan majelis hakim terdakwa Johan Salim menjelaskan bahwa PT Merapi Mas Abadi didirikan tahun 1998 memproduksi berbagai macam Pigura diekport ke- Amerika. Awalnya berjalan lancer tetapi akhirnya bangkrut (pailit), keluh terdakwa.

Apakah selama itu perusahaan terdakwa meminta kiriman Kaca dan Triplek dari saksi korban Harsoyo senilai Rp.300 juta dan saksi korban Ny Vera seharga kurang lebih Rp.250 juta dibayar dengan Bilyet Giro (BG) ? tanya majelis hakim. Saya tidak tahu karena pembelian barang tersebut bukan saya mengurus tetapi bagian pembelian. Sedang lembaran BG itu yang mengeluarkan bukan saya tetapi Bank Syariah Mandiri dan tidak tahu menahu karena urusan itu bagian Keuangan Perusahaan PT Merapi Mas Abadi, kelit terdakwa. 

Dirut PT Merapi Berbelit-belit Dipengadilan

Baca juga:

Majelis Hakim dengan jawaban itu kemudian memanggil terdakwa dan meminta JPU untuk menyaksikan alat bukti BG yang ditanda tangani terdakwa diatas meja hijau. Terdakwa yang kembali dikursi panas itu tidak berkutih bahkan mengakui bahwa BG tersebut ketika dicairkan para korban tidak dananya (kosong) karena perusahaan gulung tikar.

Lebih lanjut terdakwa mengakui bahwa kasus BG bodong itu, sebelumnya pernah dilaporkan korban di Polsek Kasihan Polres Bantul. Tetapi tidak ditahan kemudian saya pulang ke Jakarta namun beberapa tahun kemudian dibawa para korban dilaporkan ke Polda DIY hingga menjadi perkara ini, tungkas terdakwa Johan Salim alias John.

Terdakwa didalam sidang sebelumya didakwa oleh JPU Sadiyo SH dari Kejaksaan Tinggi DIY telah melakukan perbuatan tindak pidana yang mengakibatkan kerugian orang lain sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 378 juncto (jo) pasal 372 KUH Pidana. (Man-Kij)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di

Kreasi Pom-Pom

Yuk, Manfaatkan Pom-Pom Untuk Kreasi Rumah Anda ! Tahukah anda apakah itu pom-pom ? Sleman  ( Mediarakyat.co.id ) -  Pom-pom adalah kerajinan tangan yang berbentuk bulat, berbulu dan berbagai macam warna serta ukuran. Pom-pom dapat terbuat dari benang wol, kain dan kertas. Namun, kali ini akan dijelaskan beberapa kreasi pom-pom dari benang wol yang simple, menarik dan unik untuk menghiasi rumah Anda. 10 kreasi pom-pom untuk hiasan rumah anda antara lain : 1. Bisa jadi hiasan bunga pom-pom. Bunga dari Pom-pom Bunga pom-pom dapat dijadikan hiasan rumah anda dengan cara tambahkan daun, tangkai, dan pot. Pot bisa diisi dengan gabus untuk menancapkan tangkainya. Buatlah pom-pom dengan warna yang berbeda-beda untuk menambah estetika. 2. Gantungan Kunci Kece dan Unik Gantungan Pom-Pom Pom-pom sangat menarik untuk dijadikan gantungan kunci. Selain simple dan unik, gantungan kunci dari pom-pom juga enteng dan murah meriah. Buatlah sebuah pom-pom dengan