Langsung ke konten utama

Gara-Gara Beli Soto Guru Les Diadili PN Sleman

Gara-gara beli soto

Sleman (Mediarakyat.co.id) - Jum’at, 21 Juli 2017 sekitar jam 12.00 Tengkuk korban Sri Kusumaning saya pukul dengan Palu hingga pegangan (gagang/jw) palunya yang terbuat dari kayu patah. Terdakwa lie Joe Martono SPd (50 th) mengatakan hal itu atas pertanyaan jaksa Penuntut Umum ( JPU) Muhammad Ismet Karnawan SH,MH pada sidang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, diketuai Ayun Kristiyanto SH,MH dengan hakim anggota Wisnu kristiyanto SH,MH dan Eulis Nur Komariyah SH,MH, Selasa (14/11).

Lrbih lanjut terdakwa yang sehari-harinya sebagai guru les dirumah kontrakan Jln Melati 4 Perumnas Condongcatur Kec Depok Kab Sleman tersebut mengakui bahwa setelah gagang palu itu patah kemudian saksi korban didorong sampai terjatuh hingga terjadi pergulatan. Saksi korban posisinya ditindih (dibawah) selanjutnya dipukul dengan pegangan palu dari kayu tetapi direbut Sri Kusumaning .

Apa persoalanya terdakwa main hakim sendiri dengan tetangga terdekat ? kejar ketua majelis hakim Ayun Kristiyanto SH,MH. Begini pak hakim hari Jum’at itu saya membeli Soto kemudian saksi korban menghina dengan ucapan “ Soto sak ember opo arep dienggo raub /jw ” ( Soto satu ember apa mau untuk cuci muka). Kata-kata penghinaan itu berulang kali dilontarkan saksi korban sehingga saya merasa jengkel. Saya selanjutnya tidak berpikir panjang mengambil Palu dan saya pukulkan dibagian Tengkuk saksi korban hingga patah peganganya. Hari itu juga saya dibawa pengurus Rt di Polsek Depok Timur dan ditahan sampai sekarang ini, ujar terdakwa .

Terdakwa Lie Joe Martono SPd. didakwa oleh JPU Muhammad Ismet Karnawan SH,MH dari Kejaksaan Negeri Sleman, telah sengaja melakukan perbuatan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 351 ayat 1 KUH Pidana. (Man-Kij)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di