Langsung ke konten utama

Menengok Panorama Desa Wisata, JWA



Eksplore Kebumen
Jembangan Wisata Alam
Kebumen (Mediarakyat.co.id) - Jembangan Wisata Alam (JWA) merupakanikon terbaru dari Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Objek wisata ini baru didirikan sekitar tiga tahun yang lalu, namun sudah menjadi pusat perhatian banyak pengunjung. Waduk JWA menyuguhkan pemandangan alam yang memikat mata dan memberikan efek kesenangan setelah menikmati semua wahananya. Berada di tempat ini terasa sesuatu merayap di kalbu, perasaan takjub yang luar biasa terhadap ciptaan-Nya.

Jika kita menuju kawasan JWA ini, di pintu masuk akan dikenakan biaya tiket sebesar Rp. 5000,00 dan biaya parkir Rp. 2000,00/motor. Biaya tersebut sangat terjangkau, karena fasilitas dan wahana yang disediakan juga beragam. Objek wisata ini terdapat tiga kawasan utama yang dapat dinikmati pengunjung, yaitu telaga dengan hutan hijau disekelilingnya, Jembatan Gantung, dan Jembatan Waduk Pejengkolan.

Jembangan Wisata Alam menawarkan pemandangan telaga hijau yang membentang luas dengan hutan hijau disekelilingnya. Telaga hijau dan tumbuhan teratai yang menghiasi tepinya terpelihara dengan baik. Warna dan aroma telaga dipengaruhi oleh hutan hijau yang mengelilinginya. Karena, di hutan tersebut menyimpan banyak potensi untuk keberlangsungan ekosistem di sekitarnya. Udara sejuk dan suasana tenang melengkapi indahnya panorama.
Waduk Kebumen
Waduk Jembangan Kebumen

Kawasan utama selanjutnya yang tidak kalah menarik yaitu Jembatan Gantung dan Jembatan Waduk Pejengkolan. Letak kedua jembatan ini agak jauh dari kawasan utama telaga hijau. Jembatan Gantung terletak di sebelah kiri pintu masuk, sedangkan Jembatan Waduk Pejengkolan terletak di sisi kanan pintu masuk JWA. Jembatan Gantung ini merupakan jembatan semi permanen dengan bangunan beton besi di kedua ujungnya. Jembatan ini terbuat dari papan kayu yang digantung dan dihiasi tanaman bunga yang menjalar, sehingga tampak mempesona jika dilihat dari dekat. Sedangkan, Jembatan Waduk Pejengkolan merupakan jembatan permanen dari beton dan sudah beraspal dengan panjang kurang lebih 500 meter. Jembatan ini biasanya dimanfaatkan anak-anak muda untuk bermain, menikmati indahnya matahari terbenam, dan merasakan suasana sore yang menyenangkan.

Selain menawarkan pemandangan telaga hijau yang luas dan dua bangunan jembatan yang menawan, di kawasan JWA ini juga menawarkan berbagai wahana untuk belajar dan berekreasi bersama keluarga. Wahana yang disediakan antara lainJembangan Fantazy Zoo, wahana permainan anak, dan perahu air. 
Jembangan Fantazy Zoomerupakan wahana belajar satwa bagi anak. Di wahana ini memiliki tema “Belajar Satwa dan Rekreasi”. Sehingga di setiap kandang hewan disisipkan catatan- catatan pengetahuan yang menjabarkan spesifikasi dari hewan-hewan tersebut. Hewan yang ada di Jembangan Fantazy Zoo beraneka ragam jenisnya. Seperti aneka burung, aneka jenis ular, aneka jenis kera, buaya, kanguru, dan lain sebagainya. Sebagian besar pengunjung wahana ini merupakan siswa-siswi pelajar tingkat sekolah dasar yang datang berombongan didampingi oleh guru-guru mereka. Tiket masuk menuju wahana ini terbilang cukup terjangkau yakni Rp. 5000,00/orang.

Wahana permainan anak memiliki beragam fasilitas seperti pada umumnya. Fasilitasnya antara lain perosotan, ayunan, putaran yang menyatu dalam satu tempat, dan arena tarik tambang. Wahana ini khusus digunakan untuk anak-anak berumur sekitar 5- 12 tahun. Deretan gazebo yang menyatu dalam satu wahana ini, dapat dimanfaatkan orang tua untuk beristirahat dan mengawasi anak mereka saat bermain. Di luar area tersebut, ada beberapa fasilitas yang disewakan. Seperti penyewaan ATV, Kuda, dan Alat memancing. Semua fasilitas yang disediakan sudah teruji keamanannya.

jembangan wisata air
Wisata Air Jimbangan

Selain wahana belajar dan bermain anak, di Jembangan Wisata Alam juga memberikan fasilitas seperti perahu air. Sebelum sampai di dermaga perahu, kita akan disambut bangunan memanjang bergaya tradisional yang ditopang pilar-pilar kayu di tepi dermaga. Tempat tersebut memiliki dua deret bangku memanjang dan dimanfaatkan untuk menunggu antrean. Perahu air dimanfaatkan pengunjung berkeliling menyusuri luasnya telaga hijau dan menikmati secara dekat dua bangunan jembatan yang berbeda. Perahu air yang disediakan ada dua macam, yaitu perahu air unit kecil menggunakan tenaga manusia dengan cara dikayuh, dan perahu unit besar berbentuk naga menggunakan tenaga mesin untuk mengoperasikannya. Perahu unit kecil disewakan dengan harga per unit Rp 15.000,00 untuk kapasitas dua orang/30 menit. Sementara Perahu unit besar disewakan dengan harga Rp 15.000,00/orang. 

Jembangan Wisata Alam berada di dataran tinggi. Prasarana menuju lokasi ini sudah sangat mendukung.Seperti jalan mulus beraspal hitam mengkilap, dan berkelok-kelok mengikuti topografi yang ada. Jarak tempuh dari Kebumen kota ke lokasi JWA ini kurang lebih 20 km.Perjalanan ini tidak akan membosankan, karena kita akan ditemani pemandangan sawah dan perbukitan yang membentang luas di setiap jalan. JWA menyuguhkan destinasi wisata terbaik mengajak keluarga tercinta menikmati alam berkualitas. (LL)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di