Langsung ke konten utama

Notaris Dituduh PH Terdakwa Sembunyikan Minot PT SGI




Sleman (Mediarakyat.co.id) - Pemeriksaan Saksi dalam kasus tindak pidana laporan palsu dengan terdakwa Roden Hengkeng Naum Tonggembio (46 th) diruang sidang utama Pengadilan Negeri Sleman, terjadi ketegangan, Rabu (15/11). Pasalnya Kamal Firdaus SH selaku penasehat hukum terdakwa menuduh saksi Irene SH oknum Notaris PPAT Yogyakarta, menyembunyikan Minot Akta Notaris PT Sport Glove Indonesia (SGI) Sleman tahun 2016. Bahkan saksi diancam akan dilaporkan kepada polisi.

Saksi Irene SH atas tuduhan tersebut membantah keras dan menyatakan tidak benar kepada Majelis Hakim Pegadilan Negeri Sleman, diketuai Christina Endarwati SH,MH dengan hakim anggota Zulfikar Siregar SH,MH dan Aries Sholeh Efendi,SH.MH.

Terdakwa Roden Hengkeng Naum Tonggembio ( residivis) warga perumahan Taman Permata Desa Donoharjo Kec Ngaglik Kab Sleman, didalam tahun 2016 melaporkan PT SGI kepada Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah terjadi tindak pidana penyimpangan keuangan (Neraca) dan pencurian serta penggelapan tanah dilokasi pabrik PT SGI di desa Margoluwih Kec Seyegan Kab Sleman. Namun laporan terdakwa tersebut setelah dikaji dan diteliti penyidik Polda tidak ditemukan alat bukti yang syah menurut ketentuan undang-undang yang berlaku. PT SGI yang memproduksi “Sarung Tangan” dengan karyawan/wati sebanyak 3.000 orang di desa Margoluwih itu dibebaskan dari penyelidikan dan penyidikan polisi.

Baca Juga: 

- Notaris Ceroboh & Tidak Cermat Kerja Dihukum 1 Tahun
- Gara-Gara Beli Soto Guru Les Diadili PN Sleman

PT SGI selanjutnya melaporkan terdakwa Roden Hengkeng Naum Tongembio kepada polisi memberikan laporan palsu. Perbuatan terdakwa tersebut oleh tim jaksa Penuntut Umum (JPU) Hanifah SH dan Haji Andhi Nugroho SH dari Kejaksaan Negeri Sleman, telah didakwa melakukan tindak pidana laporan Palsu sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 220 KUH Pidana. 

Sementara itu, Jootje Max Sondakh yang juga memberikan laporan Palsu terhadap PT SGI kepada polisi. Ternyata sebelumnya telah dijatuhi pidana penjara selama 7 bulan oleh pengadilan setempat. Dengan putusan tersebut terpidana Jootje lewat kuasa hukumnya Yohanes Richard Riwoe SH menyatakan Banding. Namun hingga ditulis Media Rakyat.co.id ini, tentang upaya keadilan hukum terpidana Jootje belum di- putus oleh Pengadilan Tinggi DIY. (Man-Kij)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di