Langsung ke konten utama

Pembuat & Penyulut Kembang Api Dihukum 4 – 8 Bulan

Pembuat & Penyulut Kembang Api Dihukum 4 – 8 Bulan media rakyat

Sleman (Mediarakyat.co.id) – Terbukti membawa bahan peledak yang membahayakan orang lain, terdakwa Triyunanto (29 th) warga Desa Banyurejo Kec Tempel Kab Sleman, dihukum 8 bulan penjara dikurangi masa tahanan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman diketuai, Ni Wayan Wirawati SH,MSi dengan hakim anggota Rahmat Dwinanto SH,MH dan Ita Dewi Setiawati SH,MH, Rabu (1/11).

Perbuatan terhukum itu terbukti syah dan meyakinkan telah bersalah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana didalam psal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Sulistiyono SH dari Kejaksaan Negeri Sleman yang sebelumnya menuntut 18 bulan penjara dikurangi masa tahanan dan membayar biaya perkara Rp 2000,00.

Kapolres Sleman menjelang hari raya Idul Fitri 1438 H tahun 2017 lewat aparatnya maupun instansi pemerintah Kab Sleman. supaya memberikan himbuan agar masyarakat diwilayah Kab Sleman, pada hari kebesaran ummat Islam tersebut tidak membunyikan Petasan yang dapat membahayakan orang lain. Tetapi terhukum dalam pesta adat sejak nenek moyang tersebut justeru membuat Petasan dirumahnya. Kemudian karyanya itu dijual kepada publik penggemar penyulut Kembang Api Dor. Karena tidak memiliki ijin dari yang berwajib, akibatnya ditangkap petugas Polres Sleman, bersama beberapa orang penduduk penyulut Petasan yang sudah divonis 4 – 6 bulan penjara dan masih ada yang belum diputus pengadilan setempat, ucap terpidana seusai sidang kepada Media Rakyat.co.id. Ironisnya penindakan penegakan hukum dari aparat yang berwenang itu masih tebang pilih. Pasalnya ribuan orang penyulut berbagai macam Petasan menjelang hari raya Idul Fitri didaerah Kec Tempel Kab Sleman maupun diwilayah yang lainya “kok aman-aman saja”. (Man-Kij)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di