Langsung ke konten utama

Pencuri Dengan Kekerasan Dihukum 1 Tahun

Pencuri Dengan Kekerasan Dihukum 1 Tahun

Sleman (Mediarakyat.co.id) - Komplotan pencuri dengan kekerasan diwilayah Kab Sleman yang terdiri dua orang wanita dan seorang lelaki masing-masing telah dihukum pidana penjara 1 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, diketuai Ayun Kristiyanto SH,MH dengan hakim anggota Wisnu Kristiyanto SH,MH dan Eulis Nur Komariyah SH,MH, Selasa (14/11).

Ketiga terhukum yang merupakan residivis kambuhan tersebut Swesti Permata Ningrum (30 th) warga dusun Karanganyar Desa Sinduadi Kec Mlati Kab Sleman. Aero Perdana alias Boti ( 31 th) asal Jalan Raya Codet No 66 Tebet Batuantar Jakarta timur dan Ade Aulia Fachturahman alias Mentok alias Gareng (27 th) penduduk dusun Berjo Desa Sidoluhur Kec Godean Kab Sleman. 

Mereka dinyatakan majelis hakim syah dan meyakinkan telah bersalah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 363 ayat 1 ke-4 KUH Pidana. Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asep Puron Irawan SH dari Kejaksaan Negeri Sleman, yang sebelumnya menuntut masing-masing pidana penjara 15 bulan dikurangi masa tahanan dan membayar biaya perkara Rp 2000,00. Ketiga terhukum maupun JPU atas putusan majelis hakim tersebut menyatakan menerima.

Komplotan penjahat yang berulang kali divonis pengadilan setempat itu, Seni tgl 3 Juli 2017 jam 00.15 dengan kendaraan mobil bersepakat melakukan pencurian dirumah saksi korban Ria Beri. Terpidana Ade alias Mentok alias Gareng masuk dirumah dengan panjat tembok , menjugil jendela kemudian menggasak barang-barang milik saksi korban antara lain berupa 2 Leptob, dua HP, Kamera dan tas kecil coklat yang seluruhnya senilai kurang lebih Rp.70 juta. Sedang dua cewek mengawasi dari mobil. Namun perbuatan tersebut tidak lama kemudian tercium dan ditangkap polisi. (Man-Kij)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di