Langsung ke konten utama

Sopir Mobil Yayasan Dituntut 30 Bulan Penjara

Sopir Mobil Yayasan Dituntut 30 Bulan Penjara

Sleman (Mediarakyat.co.id)Terdakwa Faisal bin Aden (31 th) mohon dijatuhi hukuman yang  seringan-ringanya.  Karena terdakwa yang berasal dari  warga kampung Sukajadi Rt 02,Rw 03 Kalurahan Sukajadi Kec Cibaliung  Kab Pandeglang Propinsi Jawa barat, selama persidangan selalu bersikap sopan dan sangat kooperatif  serta tidak berbelit-belit. Tidak mempersulit jalanya persidangan. Terdakwa mempunyai seorang anak yang masih membutuhkan kasih sayang, Sebagai tulang punggung keluarga dan menyesal serta tidak akan mengulangi perbuatanya.

Tim penasehat hukum terdakwa Faisal dari  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) UP 45 Yogyakarta, Hindra Pamungkas,Sh,MH, Lucia Setyawahyuningtyas, SH, MKn, Erni Lestari SH dan Nurhidayat, mengungkapkan hal tersebut dalam pembelaanya (Pledoi) pada sidang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, diketuai Nyoman Suharta SH,MH dengan hakim anggota Bambang Sunanto SH,MH dan FX Heru Susanto SH,MH, Rabu (22/11). 
Terdakwa Faisal, sebelumnya dituntut pidana penjara 2 tahun dan 6 bulan (30 bulan) dikurangi masa tahanan serta membayar biaya perkara Rp.2000,00 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indri Astuti SH dari Kejaksaan Negeri Sleman. Terdakwa terbukti syah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan tindak pidana penggelapan  karena pekerjaanya (jabatan ) sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 374  KUH Pidana.

April 2017 terdakwa menjadi sopir pribadi saksi korban Park Gihong Warga Negara Asing (WNA)  Korea selaku pendana Yayasan Se Jong Desa Maguwoharjo Kec Depok Kab Sleman. Disamping itu terdakwa bersama isteri dan anaknya  juga dipercaya menjadi penjaga malam  dan bersih- bersih serta bertempat tinggal dikantor Yayasan, dengan gaji Rp.2,5 juta/bulan. Saksi korban Park Gihong, tgl 26 Juni 2017 pulang ke-Korea untuk keperluan mengurus ijin bertempat tinggal di Indonesia.


Kunci mobil Toyota Kijang Inova hitam tahun 2014 No Pol AB-1365-QN dan kunci rumah diserahkan kepada terdakwa. Namun kepercayaan tersebut justeru  disalah gunakan untuk memperkaya diri sendiri. Mobil dijual kepada Auri Solo Rp.72,5 juta. Barang-barang milik majikanya senilai kurang lebih Rp.200 juta diambil dan akan dikuasi untuk kepentingan pribadi. Namun perbuatan terdakwa tersebut akhirnya  ditangkap petugas Polsek Depok Timur. (Man-Kij) 

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di