Langsung ke konten utama

Anggota DPRD Hari Libur Berikan Makanan Ikan Piaraanya


Gandung Sukarjo
Anggota DPRD Pemkab Sleman Gandung Sukarjo


Sleman (Mediarakyat.co.id) - Setiap orang dihari libur panjang pada umumnya, berekreasi ditempat-tempat bersejarah, taman wisata, kebun binatang di dalam maupun di luar kota tempat tinggalnya. Namun lain dengan pendapat Gandung Sukarjo anggota DPRD Pemkab Sleman. 

Hari libur itu bukanya untuk berhura-hura menghambur-hamburkan uang. Tetapi dimanfaakan untuk menghibur diri dengan piaraanya ikan Lele dan Gurameh dibelakang rumah di dusun Butri Desa Sukoharjo Kec. Ngaglik Kab. Sleman. 

milik Gandung S.
Kolam Ikan Milik Gandung Sukarjo

Gandung Sukarjo memberikan makanan Ikan Lele sebanyak kurang lebih 6.600 ekor yang dipiara dienam kolam dan satu kolam Ikan Guraneh sejumah kurang lebih 1.000 ekor dari pagi hari hingga menjelang Magrib. Ikan sebanyak itu bukan untuk Bisnis. 

Tetapi tujuan utamanya hanya semata-mata untuk hiburan dan menghilangkan setres. Kalau untung ya syukur alhamdullilah. Meskipun pembuatan kolam-kolam ikan itu menelan biaya kurang lebih Rp.150 juta, ucap mantan Kepala Desa Sukoharjo Kec. Ngaglik Kab. Sleman sewaktu ditemui Mediarakyat.co.id, Selasa siang (26/12). 

menyiapkan makan ikan
Dua Pekerja Gandung S. Sedang Mempersiapkan Daun Lomong Untuk Pakan

Dikatakan bahwa makanan ikan sebanyak itu, seiap hari menelan biaya kurang lebih Rp 1 juta untuk membeli “Pelet”. Masih ditambah ongkos 2 orang tenaga harian yang tugasnya mengambil daun Lompong disawah untuk “di-iris-iris/dirajang” dan ditaburkan di kolam-kolam ikan. Ikan Lele dan Gurameh itu sekarang sudah berusia 2 bulan dan kurang lebih satu bulan lagi akan dipanen, imbuhnya.


Gandung Sukarjo semasa menjabat sebagai pamong desa suka menghibur diri menanam Lombok (Cabe) dan setiap hari libur keliling (kontrol) pedusunan diwilayahnya. Sehingga layak untuk melanjut menjadi anggota DPR karena meberikan contoh yang positif kepada masyarakat. (Man-Kij) 






Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di