Langsung ke konten utama

CAHAYA DI BUKIT TURGO

bukit turgo
Bukit Turgo Dilihat Dari Gardu Pandang Kaliurang

Sleman (Mediarakyat.co.id) - Panorama alam perbukitan memaparkan nyata keagungan Tuhan. Udara yang sejuk memanjakan pendaki untuk berlama-lama di atas bukit. Tiap pasang mata disuguhkan pesona sekeliling. Sudut demi sudut memandang berbagai keindahan terbentang bebas. Itulah andalan Bukit Turgo di Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta yang menjadi kawasan wisata alam sekaligus religi. Meski medan yang dilalui cukup curam, terjal serta mistis, banyak pengunjung lokal maupun mancanegara dan pendaki yang mendaki bukit saat musim liburan maupun di hari-hari biasa.

Para pendaki biasanya mendaki bukit pada malam hari agar dapat menikmati romansa malam bersama rekan-rekanya. Biasanya mereka mempersiapkan bekal air yang cukup, makanan yang dapat dimasak seperti mi instan dan bubur instan, korek serta bensin. Mereka juga membawa peralatan umum yang dapat digunakan untuk apa saja.

Gua Turgo
Gua Turgo yang Biasanya Digunakan Untuk Berlindung dan Tidur


Membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk dapat mencapai puncak, oleh itu biasanya pendaki singgah di badan bukit saat proses pendakian agar dapat beristirahat dan menghangatkan badan dengan membuat perapian. Saat cuaca bagus, pendaki dapat tidur di alam terbuka. Sambil berbaring, dapat melihat hamparan bintang yang berkelip. Bintang itu membentuk berbagai bentuk dengan cahayanya yang cantik. Seakan bermimpi, bintang itu terlihat berjalan seperti lalu lalang kendaraan. Namun, Saat cuaca tidak mendukung pendaki dapat singgah dalam goa di badan bukit ini. 

Begitu subuh menjelang, pendaki memulai kembali pendakian ke puncak bukit agar dapat berziarah dan menikmati matahari terbit. Luar biasa suasana pagi yang menyambut ramah. Seakan kami disodorkan sinar mentari untuk berjabat tangan dengan mesra menikmati tempat wisata yang unik dengan segudang cerita-cerita gaib yang dipercaya warga setempat.

diatas bukit turgo
Makam Syeh Jumadil Kubro


Puncak Bukit Turgo sendiri bukanlah hamparan rumput dan tumbuhan. Di sini terdapat sebuah makam Syeh Jumadil Kubro. Konon sangat di hormati. Ia dimakamkan di atas bukit setinggi 1000 mpdl dengan dipapah para pengikutnya. Tak terbayangkan betapa luar biasanya. Tidak hanya para peziarah, pemburu pemandangan, dan penikmat alam saja, namun juga orang-orang yang mempercayai kekuatan lain untuk mencari berkah akan mendatangi tempat ini.


Pencapaian puncak Turgo tidak dapat dilalui dengan kendaraan apapun. Sampai di penghujung aspal Desa Turgo, perjalalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak. Tidak seperti objek wisata lainnya, disini tidak dapat dijumpai pedagang. Hanya ada sebuah pos pantau yang selalu mengabarkan cuaca sebelum para pendaki naik dan sekotak halaman parkir. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk dapat menikmati wisata Turgo, hanya dengan memberi sebuah infak seiklasnya, kendaraan sudah dapat parkir dengan nyaman. (NMD)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di