Langsung ke konten utama

Hakim Tegur Saksi Hanya Tandatangan Berkas Gelar Perkara


kasus Ny Ayem
Kesaksian Purwanto Saksi dari POLDA


Sleman (Mediarakyat.co.id) - Bambang Sunanto S.H., M.H., Hakim yang telah bertugas tiga hari menangani Pra Peradilan, Senin (11/12) mendadak mengalami musibah sakit dan Pingsan di Meja hijau. Bahkan hingga saat ini dirawat dan rencana akan menjalani operasi benjolan darah diotaknya di rumah sakit Dr. Sardjito Yogyakarta. 

Maka di hari itu juga saya membuat surat Penetapan bahwa Hakim FX Heru Susanto S.H., M.H. untuk melanjut sebagai Hakim Pra Peradilan antara Ny Ayem diwakili tim kuasa hukumnya Hillarius Ngaji Merros,SH dan Harapan Silalahi SH (pemohon) melawan termohon Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang memberikan kuasa kepada tim Penasehat Hukum, Kompol Anton Nugroho, W. S.H. dkk dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda DIY. Kepala Pengadilan Negeri (KPN) Sleman, Lucas Prakasa, S.H., M.H. mengatakan hal itu, kepada Media Rakyat.co.id di ruang kerjanya Selasa (12/12)

Selanjutnya Hakim tunggal Pra Peradilan Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H., Selasa (12/12) memeriksa 33 alat bukti yang diserahkan oleh termohon. Kemudian melanjut pemeriksaan terhadap dua orang saksi anggota Polda DIY yang diajukan oleh pihak termohon yaitu Purwanto selaku penyidik dan Polwan Lidwina Esti Wulandari petugas Notulen yang ikut serta menandatangani dalam berita acara “Gelar Perkara”. Ironisnya ketika saksi Polwan Lidwina Esti Wulandari, ditanya hakim mengenai hasil Gelar Perkara tidak dapat menjelaskan secara rinci dan terlihat kebingungan. Bahkan mengatakan bahwa dalam Gelar Perkara itu hanya diperintah atasan. Hakim selanjutnya menegur saksi kalau tidak tahu menahu masalahnya jangan menjadi saksi di pengadilan. 

Persidangan
Pemeriksaan Bukti-Bukti Persidangan dari KAPOLDA

Sementara itu, saksi Purwanto menjelaskan dalam perkara itu, sebelumnya telah melakukan penyelidikan terhadap laporan Ny Elly Ningsih selaku ahli waris Hak Milik Wongsosukarto alias Loso (almarhum) atas sebidang tanah verponding nomor 1128 Blok XXII di Kec Tegalrejo Kota Yogyakarta. Juga penyelidikan laporan Ny Ayem (pemohon) selaku penyewa sebidang tanah tersebut dari Ny Elly Ningsih sampai tahun 2036. 

Penyelidikan terhadap terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono yang diduga melakukan perbuatan tidak pidana menggunakan Surat Autentik Hak Milik Wongsosukarto alias Loso (almarhum) atas sebidang tanah verponding nomor 1128 Blok XXII di daerah Kec Tegalrejo Kota Yogyakarta Aseli tetapi Palsu. Penyelidikan keterangan para saksi diantaranya Notaris PPAT Yogyakarta, Daliso Rudianto SH dan para saksi Ahli. 


Penyelidikan dari laporan Ny Elly Ningsih (korban) dan laporan Ny Ayem (korban), keterangan para saksi dan alat bukti tersebut kemudian di “Gelar Perkara”. Ternyata menguatkan adanya unsur-unsur suatu perbuatan tindak pidana yang dilakukan KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirono. Sehingga dari penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan. 

KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono yang statusnya sebagai Terlapor menjadi “Tersangka”, kemudian disidik didalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Selanjutnya Berkas perkara penyidikan tersebut dikonsultasikan dengan Jaksa penuntut Kejaksaan Tinggi DIY (P19) dan mendapat petunjuk masih terdapat kekurangan supaya dilengkapi. Setelah petunjuk kekurangan itu dipenuhi kemudian dikirimkan lagi kepada Jaksa penuntut. Namun P19 yang kedua kalinya itu, oleh Jaksa penunut Mico S.H. dan Yogi S.H.  dikembalikan kepada penyidik Polda DIY dengan alasan bahwa perkaranya sudah Daluwarsa (Kadaluwarsa). Termohon Kapolda DIY selanjutnya menerbitkan SP3 bagi tersangka KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono. Pelapor Ny Ayem (pemohon) mengajukan Pra Peradilan. (Man-KIJ-Won)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di