Langsung ke konten utama

Jembatan Layang Jombor Seistimewa Kotanya

Jombor
Jembatan Layang Jombor, Sinduadi Mlati Sleman, Yk.

Sleman (Mediarakyat.co.id) - Sudah diketahui khalayak umum bahwa Jembatan Layang Jombor mampu mengurai kemacetan lalu lintas. Setiap musim mudik, kemacetan tak lagi mengular. Hal itu berarti tepat tujuan. Terbukti jembatan layang mampu mengatasi kemacetan lalu lintas Ring Road Utara. Jembatan layang mengubah lampu merah menjadi jalan alternatif. Selama ini banyak orang hanya melihat jembatan layang sebagai pengurai lalu lintas. Mereka beranggapan bahwa dengan adanya jembatan layang ini, agar kawasan itu tidak macet lagi. Masalahnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Banyak orang senang mengabadikan foto di area jembatan layang. Pembangunan dengan sentuhan arsitektur berbeda oleh PT. Adhi Karya membuat keunikan tersendiri dari badan jembatan. Bangunan megah ini menjadi daya tarik para pecinta photografi. 

Bagian tertentu memberikan spot yang mampu mencuri pandang para peikmat photografi. Ditengah jembatan sendiri terdapat taman dan bundaran bertulis aksara jawa. Terdapat pula tulisan “Selamat Datang Di D.I. Yogyakarta” dengan hiasan lampu bergerak. Pembangunan Jembatan Layang Jombor juga terdapat terowongan bawah tanah yang menghubungkan arah Timur dan Barat. Terowongan itu dipenuhi hiasan lampu dan ukiran yang menambah istimewa. 

tulisan di fly over
Tulisan dan Taman Jembatan Layang Jombor Saat Malam Hari


Sebagian photografer beberapa kali menjalani prosesi pemotretan prewedding ataupun brandcloting di Jembatan Layang Jombor ini. Sejumlah postingan di berbagai sosial media mengungkap betapa mereka menyukai kebersahajaan bangunan. Bahkan mereka membuat beberapa vidio mengintari titik demi titik Jembatan Layang Jombor. Keindahannya semakin terpacar pada malam hari.

Agaknya para pengendara dari beberapa kota lain juga menyukai akses jalan ini. Salah satu alasan pengendara adalah kemudahan akses jalan ke berbagai arah. Ketika malam hari, tak sedikit pengendara berhenti sejenak untuk mengabadikan moment di bawah terowongan, taman, maupun badan Jembatan Layang Jombor. Sekalipun hanya berasal dari tumpukan batu ternyata berdaya pikat. Para penikmat seni melihat nilai estetika dari beberapa hal yang ada. Gambar yang mereka ambil mampu menitik pada anjle yang bagus.

fly over jombor
Suasana Siang Hari Underpass Fly Over Jombor


Pembangunan yang rampung tahun 2014 ini juga memiliki nilai lain. Peningkatan nilai ekonomi secara tidak langsung mulai bangkit kembali. pengunjung yang berwisata malam ke Jembatan Layang Jombor atau yang melewati daerah ini pasti menyempatkan mampir. Sehingga masyarakat memanfaatkan untuk mencoba berwirausaha. Disela itu, mereka yang merasa lelah, haus, lapar maupun kehujanan akan melirik beberapa pedagang yang ada sesuai kebutuhan dan minat. Bagi penikmat malam dengan kopi dapat nongkrong di angkringan, bagi yang lapar dapat memilih beberapa kuliner yang ada dan seterusnya. Terdapat hotel dan motel juga yang dapat digunakan menginap para wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Para pekerja yang melakukan transit pekerjaan melalui Jombor juga kerap berkunjung.


Beberapa titik jembatan terutama terowongan bawah tanah telah dilengkapi CCTV. Hal ini guna menambah kenyamanan pengunjung. Pada ujung jembatan dan terowongan juga dilengkapi lampu kejut kuning agar pengendara tidak terlena dengan kondisi jalan. Rambu-rambu dan petunjuk jalan dipasang dengan strategis. Fasilitas rest area pun ada. 

Pekerjaan yang di lakukan oleh BAPPEDA DIY ini menggunakan dana APBN 23,177 milyar. Sisa pembebasan lahan yang molor teratasi tahun 2017. Minesnya, pengendara yang melintas perlu sedikit waspada pada genangan air yang ada di beberapa titik ketika hujan lebat tiba.

Akhirnya, butuh penataan beberapa titik taman serta terjaganya nyala lampu pada setiap titik Jembatan Layang Jombor. Perbaikan irigasi juga ditingkatkan. Pengunjung dan masyarakat perlu menjaga kelestarian dan kebersihan jembatan layang Jombor dengan baik. Saling menghargai antar pengguna jalan juga diperlukan. Waspada terhadap keslamatan dan keamanan harus di utamakan. Faktanya, ada pula tindak kriminalitas dan kecelakaan yang bisa terjadi. (NMD)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di