Langsung ke konten utama

JPU Daniel S.H., M.H. Minta Pistol & 6 Butir Peluru Dimusnahkan

Kepemilikan Senpi
Sidang Terdakwa Rudi Hartoko Alias Eko Alias Koko (21)

Sleman (Mediarakyat.co.id) - Berbelit-belit tidak mengaku membawa dan menguasai serta memiliki Senjata Api Pistol Revover disertai 6 butir peluru kaliber 38 mm tanpa dilindungi ijin pihak yang berwajib. Terdakwa Rudi Hartoko alias Eko alias Koko (21 th) dituntut 15 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daniel Kristiyanto Sitorus, S.H., M.H., Kamis (14/12).

JPU kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, diketuai Nyoman Suharta, S.H., M.H. dengan hakim anggota FX Heru Susanto, S.H., M.H. dan Muhammad Baginda Rajoko Harahap S.H., M.H. mengatakan bahwa terdakwa telah bersalah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Barang bukti antara lain berupa Senjata api Pistol Revover dan 6 butir peluru kaliber 38 mm dirampas untuk dimusnahkan. 


Lebih lanjut, JPU dari Kejaksaan Negeri Sleman tersebut menegaskan bahwa terdakwa warga dusun Kelor Rt 04, Rw 26 Desa Bangunkerto Kec. Turi Kab. Sleman, pada Saptu tanggal 2 September 2017 sekitar pukul 14.00 mengendarai sepeda motor Yamaha dan di simpang empat jalan dusun Kayunan Desa Donoharjo Kec. Ngaglik Kab. Sleman, bertemu dengan saksi Galuh. Dalam pertemuan tersebut terjadi perang mulut karena terdakwa sudah lama mempunyai hutang belum melunasi. 

Percecokan itu diketahui dan dilerai oleh anggota polisi yang sedang patroli wilayah. Terdakwa dan Galuh diperiksa. Ternyata ditubuh terdakwa Rudi Hartoko alias Eko alias Koko ditemukan barang bukti Senjata Api Pistol Revover disertai 6 butir peluru kaliber 38 mm yang tidak dilindungi ijin dari pihak berwajib. Terdakwa ketika diperiksa mengaku bahwa Senjata Api tersebut milik Agus salah seorang oknum anggota Polisi. (Man-Kij-Won)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di