Langsung ke konten utama

Kapolda Seharusnya Menerbitkan SP3 Sebelum Menjadi Tersangka

Sidang
Saksi Ahli Prof DR Edward Omar Syarif Hiafiej,SH,MH Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (GAMA) Yogyakarta

Sleman (Mediarakyat.co.id) - Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjen Pol Drs. Ahmad Dofiri M.Si. (termohon) seharusnya menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) terhadap Kajeng Mas Temenggung Antonius (KMTA) Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembiro Loka Yogyakarta, sebelum sebagai Tersangka dan atau masih dalam posisi  sebagai Terlapor. 

Disamping itu, Kadaluwarsa laporan Pemohon (Ny Ayem) terhadap tersangka KMTA Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, pelaku perbuatan tindak pidana menggunakan Surat Autentik sebidang tanah Aseli tetapi Palsu Hak Milik Waris Wongsosukarto alias Loso (almarhum) Verponding Nomor 1128 di Desa (kampung) Tegalrejo Blok XXII Kemantren Pamong Praja/Kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, seluas 345 meter persegi itu, tidak dihitung dari satu hari setelah tahun 1990. Tetapi Kapolda DIY seharusnya menghitung satu hari setelah tahun 2012. Pasalnya Surat Autentik sidang tanah Aseli tetapi Palsu tersebut oleh tersangka KMTA Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono secara berlanjut digunakan untuk perkara di Pengadilan Negeri Yogyakarta tahun 2012. 

Saksi Ahli Prof D.R. Edward Omar Syarif Hiafiej, S.H., M.H. Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (GAMA) Yogyakarta mengatakan hal tersebut atas pertanyaan tim penasihat hukum Pemohon (Ny Ayem) Advokat Hillarius Ngaji Merro, S.H. dan Advokat Harapan Silalahi, S.H. pada sidang lanjutan Pra Peradilan dengan Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, Bambang Sunanto, S.H., M.H., Jum.at (8/12). 


Pada tanggal 25 April 1990 tersangka KMTA Tirto Diprojo alias Antonius joko Tirtono membuat Akta Ikatan Jual Beli nomor 72 dan Surat Kuasa nomor 73 tentang sebidang tanah Hak Milik waris Wongsukarto alias Loso (almarhum) di kantor Notaris PPAT Yogyakarta, Daliso Rudianto, S.H. Tanpa dihadiri ahli waris almarhum Wongsosukarto alias Loso yaitu Ny Elly Ningsih warga perumahan Gedung Agung Yogyakarta. Ny Elly Ningsih (korban) dan Ny Ayem (pemohon/korban) mengetahui kejadian itu kemudian melaporkan KMTA Tirto Diporojo alias Antonius Joko Tirtono ke Polda DIY.

Dalam perkembangan penyidikan kedua korban mendapat pemberitahuan dari Kasubdit I Kamneg Direskrimum Polda DIY AKBP GM Siragih SIK antara lain menjelaskan bahwa berdasarkan surat pengantar dari Puslabfor Bareskrim Polri Laboratorium Forensik Cabang Semarang Nomor: R/1868/X/2016/Labforcab tgl 24 Oktober 2016. 

Adapun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Labolatoris Kriminalistik disimpulkan bahwa satu buah tanda tangan bukti atas nama Ny Elly Ningsih pada Dokumen Akta Ikatan Jual beli nomor 72 tanggal 25 April 1990 Notaris PPAT Daliso Rudianto SH adalah “ Non Indentik” atau merupakan tanda tangan yang berbeda dengan tanda tangan pembanding atas nama Ny Elly Ningsih (korban). Dan satu buah tanda tangan bukti atas nama Ny Elly Ningsih pada Dokumen Akta Surat Kuasa Nomor 73 tanggal 25 April 1990 Notaris PPAT Daliso Rudianto S.H. juga “Non Indentik” atau merupakan tanda tangan yang berbeda dengan tanda tangan pembading atas nama Ny Elly Ningsih. 

Eronisnya, Kapolda DIY (termohon) menerbitkan SP3 untuk tersangka KMTA Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono. Tim kuasa hukum Ny Ayem (pemohon) meminta kepada Hakim Pengadilan Negeri Sleman, supaya SP3 tersangka KMTA Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono yang diterbitkan Kapolda DIY (termohon) “di-Batalkan”. Kapolda DIY (termohon) dalam sidang itu memberikan kuasa kepada tim penasihat hukum dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda DIY, Kompol Anton Nugroho.W. S.H., Kompol Bambang Priyana S.H., Iptu Sinduharja, S.H., Iptu Agus Sudarto S.H., Heru Nurcahya S.H., M.H., V Haryo Dhanendro, S.H., M.H. dan Brigadir Arum Sari S.H.(Man-Kij- Won)  
             

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Kreasi Pom-Pom

Yuk, Manfaatkan Pom-Pom Untuk Kreasi Rumah Anda ! Tahukah anda apakah itu pom-pom ? Sleman  ( Mediarakyat.co.id ) -  Pom-pom adalah kerajinan tangan yang berbentuk bulat, berbulu dan berbagai macam warna serta ukuran. Pom-pom dapat terbuat dari benang wol, kain dan kertas. Namun, kali ini akan dijelaskan beberapa kreasi pom-pom dari benang wol yang simple, menarik dan unik untuk menghiasi rumah Anda. 10 kreasi pom-pom untuk hiasan rumah anda antara lain : 1. Bisa jadi hiasan bunga pom-pom. Bunga dari Pom-pom Bunga pom-pom dapat dijadikan hiasan rumah anda dengan cara tambahkan daun, tangkai, dan pot. Pot bisa diisi dengan gabus untuk menancapkan tangkainya. Buatlah pom-pom dengan warna yang berbeda-beda untuk menambah estetika. 2. Gantungan Kunci Kece dan Unik Gantungan Pom-Pom Pom-pom sangat menarik untuk dijadikan gantungan kunci. Selain simple dan unik, gantungan kunci dari pom-pom juga enteng dan murah meriah. Buatlah sebuah pom-pom dengan

Basirudin, Lurah Banguntapan

Pembinaan & Pertemuan Kaum Rois se Kalurahan Banguntapan                            Bantul (Media Rakyat.Co.id).                               Bertempat di Balai Kalurahan, Basirudin, Lurah  Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY  mengadakan pembinaan dan pertemuan kaum rois se kalurahan Banguntapan pada Rabo, 12 Mei 2021 menjelang hari Raya Idul Fithri 1 Syawal 1442.  Dalam acara ini dihadiri lebih kurang 35 kaum rois se kalurahan setempat. Sebelum dimulai acara inti para rois mengadakan amalan bacaan tahlil yang dipimpin.oleh rois Pedukuhan Maguwo dengan  tujuan  untuk memohonkan ampunan kepada  para pendahulu tak terkecuali yang sudah dipanggil oleh Sang Khaliq semoga diberikan ampunan atas dosa dan kesalahan dan arwahnya ditempatkan tempat yang mulya sesuai dengan amal baktinya. Dan di alam kuburnya semoga diberikan nikmat kubur, dijauhkan dari siksa kubur dan diberikan keluasan di alam kuburnya dan di hari yaumul qiyamah di akui sebagai ummat Muhamm