Langsung ke konten utama

Launching Kelas Industri SMK Negeri 11 Semarang

launcing kelas
Sambutan Launching Kelas Industri SMK Negeri 11 Semarang


Semarang (Mediarakyat.co.id) - Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 mengenai Revitalisasi Pendidikan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dalam rangka menjawab tantangan global dan peningkatan kualitas serta daya saing lulusan SMK. Inpres ini melibatkan 12 kementerian dan 34 gubernur serta Lembaga Non Pemerintah dan Industri. SMK Negeri 11 Semarang ditunjuk sebagai salah asatu proyek percontohan program ini.

Rabu (20/12) SMK Negeri 11 Semarang mengadakan laounching kelas industri, menjalin kerja sama dengan berbagai industri, salah satunya Suara Merdeka Grup. Kerja sama ditandai dengan penandatangan perjanjian nota kesepahaman oleh Direktur Produksi dan Teknologi Informasi (IT) Adi Susanto dengan Kepala SMK Negeri 11 Semarang Dr Samiran.

nota kesepahaman
Penandatanganan Perjanian Nota Kesepahaman

Disaksikan pula Manajer Produksi Suara Merdeka Koko Andika, Business Development Suara Merdeka Agus W., Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jateng Hertoto Basuki, Kepala Seksi Kurikulum SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Dr Hari Wuljanto.

Selain itu juga dihadiri beberapa perwakilan industri dari PT Pura Barutama (Kudus), PT Trisakti Mustika Graphika (Semarang), PT Maju Jaya Sarana Grafika (Semarang), dan PT Temprina Media Grafika (Semarang).
Kepala SMK Negeri 11 Semarang, Samiran menuturkan, "Kami berupaya untuk melaksanakan program revitalisasi SMK yaitu melalui pembukaan kelas baru yaitu kelas industri,"  kata Samiran. Saat ini total ada 47 kelas reguler. Nantinya ada dua kelas industri. Dalam kelas industri nanti harus bekerja sama dengan pihak industri. Kelas ini akan diajar oleh guru kelas dan dari pihak industri. "Industri grafika tersebut akan memberikan materi pelajaran kepada siswa," imbuhnya.

Adapun, SMK Negeri 11 Semarang membuka empat jurusan, yakni Jurusan Animasi, Desain Grafika, Multimedia, dan Produksi Grafika. Dari empat jurusan tersebut, Samiran membuka dua jurusan yaitu Jurusan Desain Grafika dan Produksi Grafika di kelas industri. Kurikulum, telah disusun bersama antara guru dan industri. Dalam kelas industri akan diterapakan 50% praktik dan 50% teori. Pihaknya berharap dibukanya kelas industri ini akan mencetak lulusan SMK yang berkompeten, berkualitas, dan siap kerja. (Nikma Lailatul Qodar.Red)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di