Langsung ke konten utama

Menyimpan & Menjual Obat Daftar G Tanpa Ijin, Diancam 15 Tahun Penjara & Denda Rp.1 M

Sidang OT
Sugiarto Menjalani Sidang Kepemilikan OT
Sleman (Mediarakyat.co.id) - Golek Uceng Kelangan Deleg (jw). Maunya mencari tambahan penghasilan tetapi justeru diadili di pengadilan. Hal itu dilakukan Sugiarto alias Paulus (32 th) tukang Parkir di dusun Kledokan Desa Caturtunggal Kec. Depok Kab. Sleman, mencari tambahan nafkah sebagai penjual Obat Daftar G/Obat Keras/Obat Terlarang (OT) tanpa dilidungi ijin pihak yang berwajib. 

Akibat dari perbuatan melawan hukum itu, Sugiarto alias Paulus warga dusun Mundu Tempel Desa Caturtunggal Kec. Depok Kab. Sleman, didudukan di kursi panas oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sugana SH. pada sidang Majelis hakim Pengadilan Negeri Sleman, diketuai Ita Denie Setyawati SH., MH. dengan hakim anggota Ali Sobirin SH., MH. dan Aries Sholeh Efendi SH., MH, Kamis (21/12) 

Sugiarto alias Paulus didakwa JPU dari Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut telah melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 196 Undang-Undang No 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan. Terdakwa dapat diancam pidana penjara maksimum selama 15 tahun dan hukuman Denda maksimum Rp. 1 miliar.

disumpah dalam sidang
Dua Anggota POLDA DIY Diambil Sumpah
Terdakwa Sugiarto, dalam pemeriksaan mengaku bahwa Minggu tanggal 24 September 2017 sekitar pukul 00.30 WIB disaat menjual 10 butir kepada Irawan Rp 30,000,00 dan 5 butir kepada Yan Rp 15.000,00 di Angkringan Jln. Papringan Desa Caturtunggal, ditangkap oleh dua orang saksi petugas reserse Narkoba Polda DIY. Kemudian dilanjutkan dengan penggledahan rumah tersangka ditemukan 195 butir Obat Daftar G/Obat Keras yang dimasukan di dalam bungkus rokok dan ditaruh di kandang burung Merpati.
Kata terdakwa bahwa Obat Terlarang (OT) yang tidak dilindungi ijin dari pihak yang berwajib tersebut dibeli dari Gepeng (DPO) di bawah jembatan Layang Dusun Janti Desa Caturtunggal Jum at (22/9). Saya tidak dapat keuntungan dari penjualan itu, tetapi dapat bonus untuk memakai obat keras tersebut untuk menambah semangat bekerja, ucap terdakwa. (Man-Kij)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di