Langsung ke konten utama

Sopir WNA Korea Dihukum 2 Tahun


Sleman (Mediarakyat.co.id) - Menggelapkan barang- barang milik majikanya, terdakwa Faisal bin Aden (31 th), dihukum 2 tahun dikurangi masa tahanan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, diketuai Nyoman Suharta SH,MH dengan hakim anggota Bambang Sunanto SH,MH dan FX Heru Susanto SH,MH, Rabu (29/11).

Terhukum warga kampung Sukajadi Rt 02,Rw 03 Kalurahan Sukajadi Kec Cibaliung Kab Pandeglang Propinsi Jawa barat tersebut dinyatakan terbukti syah dan meyakinkan telah bersalah melakukan perbuatan tindak pidana penggelapan karena pekerjaan (jabatan) sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 374 KUH Pidana. Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indri Astuti SH dari Kejaksaan Negeri Sleman yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan dikurangi masa tahanan dan membayar biaya perkara rp.2.000,00. 

April 2017 terpidana menjadi sopir pribadi saksi korban Park Gihong Warga Negara Asing (WNA) Korea selaku pendana Yayasan Se Jong Desa Maguwoharjo Kec Depok Kab Sleman. Disamping itu terhukum bersama isteri dan anaknya juga dipercaya menjadi penjaga malam dan bersih- bersih serta bertempat tinggal dikantor Yayasan, dengan gaji Rp.2,5 juta/bulan. Saksi korban Park Gihong, tgl 26 Juni 2017 pulang ke-Korea untuk keperluan mengurus ijin bertempat tinggal di Indonesia. 

Kunci mobil Toyota Kijang Inova hitam tahun 2014 No Pol AB-1365-QN dan kunci rumah diserahkan kepada terpidana. Namun kepercayaan tersebut justeru disalah gunakan untuk memperkaya diri sendiri. Mobil dijual kepada Auri Solo Rp.72,5 juta. Barang-barang milik majikanya senilai kurang lebih Rp.200 juta diambil dan akan dikuasi untuk kepentingan pribadi. Terhukum didalam sidang didampingi tim penasehat hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) UP 45 Yogyakarta, Hindra Pamungkas SH,MH, Lucia Setyawahyuningtyas SH,MKn, Erni Lestari SH dan Nurhidayat. (Man-Kij)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Kreasi Pom-Pom

Yuk, Manfaatkan Pom-Pom Untuk Kreasi Rumah Anda ! Tahukah anda apakah itu pom-pom ? Sleman  ( Mediarakyat.co.id ) -  Pom-pom adalah kerajinan tangan yang berbentuk bulat, berbulu dan berbagai macam warna serta ukuran. Pom-pom dapat terbuat dari benang wol, kain dan kertas. Namun, kali ini akan dijelaskan beberapa kreasi pom-pom dari benang wol yang simple, menarik dan unik untuk menghiasi rumah Anda. 10 kreasi pom-pom untuk hiasan rumah anda antara lain : 1. Bisa jadi hiasan bunga pom-pom. Bunga dari Pom-pom Bunga pom-pom dapat dijadikan hiasan rumah anda dengan cara tambahkan daun, tangkai, dan pot. Pot bisa diisi dengan gabus untuk menancapkan tangkainya. Buatlah pom-pom dengan warna yang berbeda-beda untuk menambah estetika. 2. Gantungan Kunci Kece dan Unik Gantungan Pom-Pom Pom-pom sangat menarik untuk dijadikan gantungan kunci. Selain simple dan unik, gantungan kunci dari pom-pom juga enteng dan murah meriah. Buatlah sebuah pom-pom dengan

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua