Langsung ke konten utama

SP3 Direktur Bonbin Gembira Loka Dibatalkan,Perkara Dilanjut



Sleman (Mediarakyat.co.id) - Oknum Penyiddik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menetapkan bahwa KMTA Tirto Diprojo alias Joko , Direktur Kebon Binatang ( Bonbin ) Gembira Loka Yogyakarta, yang sebelumnya sebagai Terlapor ditingkatkan menjadi Tersangka. KMTA Tirto Diprojo alias Joko, diduga melakukan perbuatan tindak pidana menggunakan Surat Autentik sebidang tanah Aseli tetapi Palsu Hak Milik Waris Wongsosukarto alias Loso (almarhum) Verponding Nomor 1128 di Desa (kampung) Tegalrejo Blok XXII Kemantren Pamong Praja / Kec Tegalrejo Kota Yogyakarta, seluas 345 meter persegi.

Selang beberapa bulan kemudian oknum Penyidik Polda DIY memberitahukan kepada Ny Elly Ningsih (korban) selaku Ahli Waris almarhum Wongsosukarto alias Loso yang sudah melaporkan KMTA Tirto Diprojo ke-Polda DIY pada 11 Agustus 2016 dalam nomor : LP/784/VIII/2016/DIY/SPKT. Juga kepada Ny Ayem (korban) selaku penyewa sebidang tanah tersebut sampai tahun 2036. Pemberitahuan itu, antara lain menyatakan bahwa tersangka KMTA Tirto Diprojo telah diberikan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP30), dengan alasan laporan kedua korban telah Kadaluwarsa. 




Sedang telah diketaui oleh oknum Penyidik Polda DIY bahwa Surat Autentik sidang tanah aseli tetapi Palsu tersebut oleh tersangka KMTA Tirto Diprojo alias Joko secara berlanjut digunakan untuk perkara di Pengadilan Negeri Yogyakarta tahun 2012. Dengan kejadian itu Ny Ayem yang juga melaporkan KMTA Tirto Diprojo alias Joko ke-Polda DIY selanjutnya lewat tim penasehat hukumnya Advokat Hillarius Ngaji Merro,SH dan Advokat Harapan Silalahi,SH mengajukan permohonan Pra Peradilan terhadap Kapolda DIY (termohon) pada sidang Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, Bambang Sunanto,SH,MH, Rabu (6/12). 

Pasalnya cukup ironis sebab dalam perkembangan penyiidikan kedua korban telah mendapat pemberitahuan dari Kasubdit I Kamneg Direskrimum Polda DIY AKBP GM Siragih SIK antara lain menjelaskan bahwa berdasarkan surat pengantar dari Puslabfor Bareskrim Polri Laboratorium Forensik Cabang Semarang Nomor: R/1868/X/2016/Labforcab tgl 24 Oktober 2016. 

Juga berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Labolatoris Kriminalistik disimpulkan bahwa satu buah tandatangan bukti atas nama Ny Elly Ningsih pada Dokumen Akta Ikatan Jual beli nomor 72 tanggal 25 April 1990 Notaris PPAT Daliso Rudianto SH adalah “ Non Indentik” atau merupakan tanda tangan yang berbeda dengan tanda tangan pembanding atas nama Ny Elly Ningsih (korban). 

Juga terhadap satu buah tanda tangan bukti atas nama Ny Elly Ningsih pada Dokumen Akta Surat Kuasa Nomor 73 tanggal 25 April 1990 Notaris PPAT Daliso Rudianto SH adalah “Non Indentik” atau merupakan tanda tangan yang berbeda dengan tanda tangan pembading atas nama Ny Elly Ningsih. Untuk itu tim kuasa hukum Ny Ayem (pemohon) meminta kepada Hakim Pengadilan Negeri Sleman, supaya memutus SP3 tersangka KMTA Tirto Diprojo alias Joko yang diterbitkan Kapolda DIY (termohon ) “di-Batalkan”. 

Termohon supaya diperintahkan untuk melanjut perkara tersangka KMTA Tirto Diprojo alias Joko. Karena berdasarkan ketentuan hukum yang berhak menyatakan bahwa perkara itu “Kadaluwarsa “ adalah Hakim, tandas Hillarius Ngaji Merro SH. Kapolda DiY (termohon) dalam sidang itu memberikan kuasa kepada tim penasehat hukum dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda dIY, Kompol Anton Nugroho SH, Kompol Bambang Supriyomo SH dkk. (Man-Kij)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di