Langsung ke konten utama

Tipu Milyaran Rupiah Untuk Judi Di Bui 11 Tahun 10 Bulan


Yogyakarta (Mediarakyat.co.id) - Terbukti melakukan tindak pidana penipuan miliartan rupiah untuk judi Forex, terdakwa Ny Nariswari Paraminta Ully Basa alias Ully (40 th ) dihukum lagi 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta, diketuai Lilik Nuraini, SH dengan hakim anggota Hapsoro Restu Widodo SH dan Khairuman Pandu Kusuma Harahap SH,MH, Kamis (30/11).

Narapidana ibu rumah tangga berparas cantik tinggi semampai yang sebelumnya telah dipidana penjara 9 tahun dan 10 bulan tersebut dalam putusan majelis hakim dinyatakan terbukti syah dan meyakinkan telah bersalah melakukan perbuatan melawan hukum secara berlanjut sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 378 KUH pidana juncto (jo) pasal 64 ayat 1 KUH Pidana. 

Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahayu Dewi Andayani SH,MH dari Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sebelumnya menuntut 3 tahun penjara dan membayar biaya perkara Rp.2.500,00. Narapidana (Napi) Ny Ully warga Karangkajen Kelurahan Brontokusuman Kec Mergangsan Kota Yogyakarta atas putusan tersebut menyatakan menerima. Sehingga jumlah hukuman yang harus dijalani di hotel Prodeo selama 11 tahun dan 10 bulan. Bahkan terhukum masih mempunyai perkara pidana lain yang masih dalam penyidikan Polda DIY. JPU Rahayu Dewi Andayani, SH,MH atas putusan majelis hakim juga menerima. 

Terpidana Ny Ully, Jum’at tgl 29 Januari 2016 datang dirumah saksi korban Ny Ninik Wahyuni pinjam uang secara berlanjut kurang lebih Rp. 2,8 miliar. Kata terhukum uang itu akan digunakan bisnis jual beli tanah dan usaha percetakan. Namun didalam kenyataan uang sebanyak itu oleh Napi Ny ully digunakan berfoya-foya serta main judi Forex. 

Ketika ditagih saksi korban memberikan dua lembar Cek dari dua bank di Yogyakarta. Kedua lembar Cek tersebut kemudian di cairkan, tenyata tidak ada Dana-nya (kosong). Napi Ny Ully yang sebelumnya divonis selama 9 tahun dan 10 bulan, oleh pengadilan setempat itu, karena terbuki syah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan pencurian , penggelapan dan pemalsuan 40 Sertipikat Hak Milik (SHM) atas nama mertuanya senlai kurang lebih Rp.9 miliar. (Man-Kij)










Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di