Langsung ke konten utama

Pensiunan Gedung Agung RI Digusur Tanpa Pesangon

Gedung Agung YK
Kompleks Perumahan Karyawan Gedung Agung Yk.

Yogyakarta (Mediarakyat.co.id) - Pensiunan karyawan Gedung Agung Yogyakarta bersama keluarganya belakangan ini mengeluh karena digusur dari komplek perumahan Gedung Agung Kelurahan Bener Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta. Pengusiran dilakukan tanpa memberikan uang pesangon/ganti rugi. Meskipun sejatinya para pensiunan maupun keluarga pensiunan telah merawat tempat tersebut sejak tahun tujuh puluhan dengan mengeluarkan biaya perawatan ratusan juta rupiah. 

Bahkan para pensiunan maupun keluarga pensiunan tidak diperbolehkan lagi menghuni dan bertempat tinggal di kompleks perumahan tersebut setelah Apartemen Perumahan Karyawan Gedung Agung yang baru, selesai pembangunanya. Sedang karyawan yang masih aktif bekerja diperintahkan sementara waktu keluar meninggalkan kompleks perumahan dan terpaksa mencari kontrakan dengan biaya sendiri. Keluh seorang diantara para keluarga pensiunan yang namanya telah dicatat di Mediarakyat.co.id, Rabu (17/1).

Kondisi Perum Gedung Agung ditinggal Para Penghuni
Dikatakan bahwa di dalam tahun 2017 para pensiunan dan keluarganya yang telah menghuni puluhan tahun tersebut mendadak diperintahkan pimpinan Gedung Agung untuk meninggalkan dan mengosongkan tempat tinggal masing-masing. Dikarenakan Kompleks Perumaham Karyawan Gedung Agung di Kelurahan Bener akan dibangun apartemen. 


Para pensiunan maupun keluarga pensiunan berulang kali berusaha meminta uang pesangon atau ganti rugi untuk transpotasi dan mencari tempat tinggal yang baru. Tetapi ditolak dengan bermacam-macam alasan. Sementara itu Kepala Gedung Agung Yogyakarta yang dihubungi Mediarakyat.co.id Rabu (17/1) tidak dapat bertemu karena yang bersangkutan sedang rapat dinas. (Man-Kij-Bari) 

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di