Langsung ke konten utama

Warga Binaan Lapas Cebongan Dapat Gaji



Sleman (Mediarakyat.co.id) - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sleman, Turyanto,Bc.IP.Sos, diawal tahun 2018 merasa lega dan gembira mendapat rekanan kerjasama dengan Yayasan Bina Insani Berdikari (BIB) Kab Sleman dalam pembinaan pelatihan kerja bagi warga Binaan Lapas Cebongan Kec Mlati Kab Sleman. 

Warga Binaan Lapas Cebongan yang sekarang sebanyak 265 orang terdiri Narapidana (Napi), Anak Didik pemasyarakatan, Klien pemasyarakatan dan Tahanan (seorang tersangka dan terdakwa yang sedang menjalani proses pengadilan) itu, dikemudian hari diharapkan dapat diberi kesempatan untuk ikut serta mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa. Mereka didik oleh tenaga ahli dari Yayasan BIB di Kampung Asimilasi Warga Binaan pemasyarakatan lapas Kelas II B Sleman yang lokasinya persis diutara Lapas Cebongan dengan pengawasan yang mumpuni.

Pengurus Yayasan supaya memberikan arahan pekerjaan yang professional terhadap mereka. Sehingga apabila mereka sudah kembali dirumahnya masing-masing mendapat sambutan gembira dari masyarakat. Bahkan pengurus Yayasan jangan segan-segan memberi masukan kepada mereka agar tidak mengulangi perbuatanya dan berulangkali keluar masuk menjadi penghuni Lapas. Kerjasama yang bersifat Sosial dan mulia ini jangan sampai dicampuri oleh pihak ketiga yang akhirnya akan menyimpang dari maksud serta tujuan semula, imbuh Turyanto,Bc.IP,SoS dalam ramah tamah dengan pengurus Yayasan BIB di Warung Berdikari Cebongan (WBC) Kec Mlati Kab Sleman, Rabu (10/1/18).





Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Insani Berdikari (BIB) Kab Sleman, ir Arif Budiono,MM menjawab pertanyaan Media Rakyat.co.id mengatakan bahwa maksud dan tujuan Yayasan dengan Kepala Lapas Kelas II B Sleman tersebut bukan merupakan Bisnis tetapi semata-mata hanya bersifat Sosial dan pendidikan. Yayasan bersama instansi Lapas Cebongan berusaha semaksimal mungkin ikut serta untuk mendidik anak bangsa yang baru mengalami musibah dari cobaan Alloh Swt tersebut kembali dimasyarakat dengan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Bahkan Yayasan juga memberi kesempatan bagi mantan penghuni Lapas untuk bekerja di Yayasan BiB. 

Pelatihan kerja sekarang ini sudah 60 warga Binaan yang dipekerjakaan di Warung Berdikari Cebongan (WBC), Kolam Ikan Lele, pertanian, kerajinan, bekledng jok mobil dan bermacam- macam jok Kursi. Bahkan dibidang pertenakan pada akhir bulan ini akan didatangkan 60 ekor Kambing. Warga Binaan yang bekerja tidak diperlakukan secara paksa seperti kerja Rodi dimasa tempo dahulu. Tetapi justeru seorang Warga Binaan mendapat upah/gaji dari pengurus yayasan satu hari Rp 5.000,00 dan atau kurang lebih Rp.1,5 juta / bulan. Penghasilan itu tidak semuanya diberikan kepada seorang warga Binaan tetapi diatur yaitu sebagian dimasukan rekening bank warga binaan yang bersangkutan, diberikan kepada keluarganya, membayar pajak dan tenaga yang terkait dengan pekerjaannya. 

Ir Arif Budiono MM, selanjutnya mengungkapkan bahwa Yayasan telah membeli tanah persawahan seluas kurang lebih 4.ooo meter persegi ang lokasinya persis diperbatasan sebelah utara Lapas Cebongan. Tanah tesebut yang akan digunakan untuk memberi pelatihan kerja dan atau tempat kerja Warga Binaan Lapas Cebongan. Tanah tersebut akan diatur sedemika rupa sebagai pengeloaan Kampung Asimilasi Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Cebongan dengan bangunan pagar tembok sebagai keselamatan dan keamanan para pekerja. Usaha yang berhati mulia itu ternyata dihari itu sudah menapat respon kunjungan dari pengurus Koperasi UPN Jln Ring Road Condong Catur kec Depok Kab Sleman. (Man-Kij)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di