Langsung ke konten utama

Abdidalem Berdiri Sambil Pijit-Pijit HPTolak Warga Menghadap PA X


Yogyakarta (MediaRakyat.co.id) - Pemberian Gelar KMT terhadap Antonius Tirto Diprojo alias Joko Tirtono Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembrlka Yogyakarta, dari Sri Paduka Paku Alam Puro Pakualaman Yogyakarta, bahkan Gelar tersebut sekarang sudah meningkat drajatnya menjadi “ Tirtonegoro (Bupati Sepuh). Rismanto, Sekertaris Puro Pakualaman Yogyakarta mengatakan hal itu kepada Media Rakyat.co.id, Kamis siang (26/1).

Lebih lanjut, Rismanto, yang berpakaian adat Yogyakarta dalam keadaan berdiri dan memijit-mijit HP didepan kantornya itu mengatakan dengan tegas tidak mau menerima dan berhadapan dengan Ny Ely Ningsih yang bermasud meminta penjelasan tentang Surat yang disampaikan kepada Sri Pauka Paku Alam X, pada Kamis tgl 4 Jannuari 2018. 

Surat Ny ELLY Ningsih, warga perumahan Gedung Agung Rt 012, Rw 006 Kelurahan Bener Kec Tegalrejo Kota Yogyakarta tersebut antara lain meminta perlindungan keadilan hukum kepada Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan HB X. Juga penjelasan tentang “ kebenaran Gelar/ Silsilah KMT “ yang diberikan kepada Antonius Tirto Diprojo Direkatur Kebon Binatang ( Bonbin ) Gembiro Loka Yogyakarta. Tembusan suratnyaa disampaikan kepada Sri Paduka Paku Alam X. 

Disamping itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, pada 11 Agustus 2016 telah dilaporkan oleh Ny Elly Ningsih ke- Polda DIY nomor : LP/784/VIII/2016/DIY/SPKT. Karena diduga membuat Surat Autentik sebidang tanah Aseli tetapi Palsu (Aspal) Hak Milik Waris Wongsosukarto alias Loso (almarhum) Nomor 1128 Di Desa (Kampung) Tegalrejo Blok XXII kemantren Pamong Pradja/Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta, seluas 345 meter persegi diatas namakan KMT Antonius Tirto Diprojo. Pembuatan Surat Autentik sebidang tanah Aspal tersebut didukung dengan surat Keterangan Waris yang juga Aspal. Laporan tersebut hingga sekarang belum ditindak lanjuti oleh oknum penyidik Polda DIY, sehingga saya meminta perlindungan keadilan hukum kepada Sri Sultan HB X, dan Sri Paduka Paku Alam X, keluh Ny Elly Ningsih.

Sementara itu, Notaris PPAT, Hajji Irianto SH yang dihubungi Media Rakyat.co.id dikantornya Jalan Solo dusun Sorogenen Desa Purwomartani Kec Kalasan Kab Sleman, mengatakan bahwa dirinya di “Dolimin” kalau ikut serta didalam pembuatan kedua surat yang diduga Aspal itu. Ny Wlly Ningsih adalah klein saya dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri Yogyakarta pada tahun 1991 disaat saya masih menjadi Advokat, tambah Hajji Irianto SH. (Man-Kij-Bari)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di