Langsung ke konten utama

Tabrak Tiga Mahasiswa Hingga Tewas Dihukum 2 Tahun


Sleman (Mediarakyat.co.id) - Tabrak tiga mahasiswa hingga tewas, terdakwa Bayu Krisna Prasetya (28 th) warga Pujowinatan Kec Pakualaman Kota Yogyakarta, dihukum 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sleman, diketuai Hj Setyawati Yun Irianti SH,MH dengan hakim Ali Sobirin SH,MH dan Patyarini Meininsih Ritonga SH,MH, Senin (29/1).

Terpidana dinyatakan terbukti syah dan meyakinkan telah bersalah karena kurang hati-hatinya mengemudikan kendaraan dijalan raya yang mengakibatkan meninggalnya seseorang sebagaimana diatur dan diancam didalam pasal 310 ayat 2 dan pasal 4 Undang-Undang Lalulintas dan Angkutan Jalan No 22 tahun 2009. Hukuman itu, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Ismet Karnawan SH,MH dari kejaksaan Negeri Sleman, yang sebelumnya menuntut pidana penjara 2 tahun dan 6 bulan dikurangi masa tahanan serta membayar biaya perkara 
Rp 2.000,00

Rabu tgl 13 September 2016 sekitar jam 04.00 terhukum mengemudikan mobil Anvanza dan membawa penumpang untuk diantarkan di daerah Kec Berbah Kab Sleman. Sampai di jalan Perumnas, tepatnya di dusun Mundusaren Desa Caturtunggal Kec Depok Kab Sleman. Tiga mahasiswa Yogyakarta yang berbonbengan sepeda motor didepanya mendadak oleng dan terjatuh. Karena jaraknya sangat dekat terpidana Bayu Krisna Prasetya tidak dapat menguasai kemudinya dan menbarak ketiga mhasiswa hingga tewas berlumuran darah ditempat kejadian. (Man-Kij)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Kreasi Pom-Pom

Yuk, Manfaatkan Pom-Pom Untuk Kreasi Rumah Anda ! Tahukah anda apakah itu pom-pom ? Sleman  ( Mediarakyat.co.id ) -  Pom-pom adalah kerajinan tangan yang berbentuk bulat, berbulu dan berbagai macam warna serta ukuran. Pom-pom dapat terbuat dari benang wol, kain dan kertas. Namun, kali ini akan dijelaskan beberapa kreasi pom-pom dari benang wol yang simple, menarik dan unik untuk menghiasi rumah Anda. 10 kreasi pom-pom untuk hiasan rumah anda antara lain : 1. Bisa jadi hiasan bunga pom-pom. Bunga dari Pom-pom Bunga pom-pom dapat dijadikan hiasan rumah anda dengan cara tambahkan daun, tangkai, dan pot. Pot bisa diisi dengan gabus untuk menancapkan tangkainya. Buatlah pom-pom dengan warna yang berbeda-beda untuk menambah estetika. 2. Gantungan Kunci Kece dan Unik Gantungan Pom-Pom Pom-pom sangat menarik untuk dijadikan gantungan kunci. Selain simple dan unik, gantungan kunci dari pom-pom juga enteng dan murah meriah. Buatlah sebuah pom-pom dengan

Ponpe Al Ikhlas

Pondok Pesantren Al Ikhlas Lantik Pengurus Baru            Suasana  di Ponpes Al Ikhlas Sleman (mediarakyat.co.id). Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlas Bercak, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY belom lama ini  melantik pengurus yang baru untuk periode 2019-2020. Acara pelantikan ini  bersama acara Istighosah di Ponpes setempat. Sedang acara Istighosah ini digelar setiap  Selasa malam atau (malem Rabo-Jw) acara ini sudah berjalan sejak berdirinya Ponpes tersebut. Demikian disampaikan Pengasuh Ponpes Al Ikhlas, KH. Abdulloh Khadiq Fauzan dengan panggilan akrabnya Pak Kyai Khadiq di kediamannya saat acara berlangsung. Selanjutnya ia menerangkan mengenai pelantikannya adanya pengurus baru dimaksudkan untuk menjaga situasi dan kondisi ponpes ini dapat berjalan lancar dibawah lindungan dari Alloh SWT. Sekaligus untuk memudahkan komunikasi dari orang tua santri sekaligus para santri manakala ada hal yang perlu dimusyawarahkan.  Adapun Pembina Organisasi ini yang telah terbentuk terdiri dari