Langsung ke konten utama

Terjadinya Nama Desa Semugih

Kades Semugih, Sugianto SPd
Gunungkidul (MediaRakyat.co.id) - Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunugkidu, Kepala Desa,Sugianto, SPd saat ditemui sedang melaksanakan kegiatan Musyawaah Antar Desa (MAD) ang dibahas mengenai Laporan Kegiatan Keuangan di masing masing desa se Kecamatan Rongkop.

Usai pertemuan MAD Kepala Desa diruang kerjanya saat ditanya dari awak media mengenai dana desa dari pusat pihaknya menjelaskan bahwa dana Desa dari Pusat sudah dialokasikan sesuai dengan ketentuan yang sudah ditentukan terutama yang menyangkut insprakstruktur.

Mengenai MAD ini pembahasannya mengenai simpan pinjam anggota, simpan pinjam ini dilakukan sejak dibentuknya bernama: PPK kemudian berubah PNPN dan sekarang BKAD (Badan Keuangan Antar Des). Bagi anggota yang tergabung memperoleh pinjaman secara kolektif, minimal satu kelompok terdiri sepuluh (10) orang dan pinjaman pertama mendapatkan Rp. 25 jt. Bagi yang kelompok aktif memenuhi kewajiban pinjaman selanjutnya bisa mencapai Rp 150 jt. 

Menurut Kepala Desa, Sugianto, SPd. bahwa bahwa wilayah yang ia pimpin juga potensi mempunyai obyek dianyaranya "Gua Braholo" menurutnya Gua ini telah diteliti dari lembaga kepurbakalaan ternyata ada sejumlah posil diantaranya, binatang dan manusia yang konon dikabarkan sudah ribuan tahun umurnya. Apabila penelitian sudah jelas rencananya nantinya akan dijadikan obyek wisata. 

Di Desa Semugih juga terdapat tlogo di kampung Purworejo yang juga rencananya akan dijadikan obuek wisata nantinya.

Bagi masyarakat desa Semugih yang dulunya bercocok tanam buah-buahan kini berubah mengelola tepong Mokab. Tepong mokap ini Kepala Desa menerangkan bahwa as mokab adalah dari ketela awalnya dirajang kemudian direndam dengan air sehari semalan selanjutnya dicuci diletakkan pada tempat nampan atau tampah untuk dijemur sampai kering selanjutnya digiling untuk dijadikan tepong. Setelah jadi tepong yang nantinya menjadi bahan berbagai macam kue. Menurutnya, tepong ini banyak diproduksi di pedukuhan Karang Wetan

Juga masih menurut Kepala Desa, terjadinya Desa Semugih, konon berawal dari seseorang memberi sebuah semangka kepada salah satu warga kampung setempat namun yang diberi tidak mau menerimanya, sehingga diberikan pada orang lain, ternyata orang lain yang diberi semanggka tadi setelah membuka isi semangka itu berisi ema. Akhirnya orang yanh memberi semangka tersebut berucap "orang tidak punya saja diberi tidak mau menerimanya"(Jw; wong ora duwe wae diwenehi ora gelem gayane koyo wong sugih" itu terjadinya nama Semugih. Demikian jelas Sugianto, SPd diruang kerjanya pada beberapa waktu lalu. (Bdn)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua