Langsung ke konten utama

Jalan Dari Desa Mertelu Sampai Pedukuhan Baturturu Belum Optimal


Kepala Desa Mertelu, Sukirno

Gunung Kidul (Mediarakyat.co.id) - Seperti apa yang disampaikan Kepala Desa Mertelu, Kecamatan Gedang Sari. Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Sukirno menerangkan mengenai akses jalan dari Desa Mertelu sampai pedukuhan Baturturu sepanjang lebih kurang tujuh (7) kilometer sangat belum memenuhi standar jalan, karena diberbagai titik yang jalannya masih telanjang maksudnya masih tanah, hanya beberapa titik pengerasan jalan dengan di cor. Demikian disampaikan Kades Mertelu, Sukirno di kediamannya pada Kamis Wage (22/08).

Sukimo, sebelum menjabat kades, pihaknya 14 tahun sebagai Kepala Dukuh Baturturu, sudah benar-benar memperhatikan kepentingan. kebutuhan warganya terlebih sekarang menjabat kades. Maka apa yang menjadi kebutuhan masyarakat desa Mertelu pihaknya menerangkan yang sangat vital dan mendasar adalah mengenal air bersih.

Kades menerangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bersama dinas terkait sudah mencoba menggali di tiga titik lokasi temyata gagal. Tiga diantaranya salah satu ada yang bisa dinaikkan airnya namun kurang lebih berukuran tiga kubik air sudah tidak mampu disedot lagi, hal ini dimungkinkan karena kemarau yang cukup panjang.

Selama ini mayoritas warga untuk kebutuhan air bersih adalah membeli dengan harga cukup variatif tergantung jauh dekat dan jangkauan lokasinya.

Harapan Kades, berkaitannya akses jalan dan pengadaan air bersih yang sangat memprihatinkan pihaknya berharap kepada dinas terkait untuk membantunya agar jalan yang sudah optimal dapat memperlancar jalannya roda perekonomian dilingkungan desa setempat. Demikian harap Sukirno. (Adn/Bdn)

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Kreasi Pom-Pom

Yuk, Manfaatkan Pom-Pom Untuk Kreasi Rumah Anda ! Tahukah anda apakah itu pom-pom ? Sleman  ( Mediarakyat.co.id ) -  Pom-pom adalah kerajinan tangan yang berbentuk bulat, berbulu dan berbagai macam warna serta ukuran. Pom-pom dapat terbuat dari benang wol, kain dan kertas. Namun, kali ini akan dijelaskan beberapa kreasi pom-pom dari benang wol yang simple, menarik dan unik untuk menghiasi rumah Anda. 10 kreasi pom-pom untuk hiasan rumah anda antara lain : 1. Bisa jadi hiasan bunga pom-pom. Bunga dari Pom-pom Bunga pom-pom dapat dijadikan hiasan rumah anda dengan cara tambahkan daun, tangkai, dan pot. Pot bisa diisi dengan gabus untuk menancapkan tangkainya. Buatlah pom-pom dengan warna yang berbeda-beda untuk menambah estetika. 2. Gantungan Kunci Kece dan Unik Gantungan Pom-Pom Pom-pom sangat menarik untuk dijadikan gantungan kunci. Selain simple dan unik, gantungan kunci dari pom-pom juga enteng dan murah meriah. Buatlah sebuah pom-pom dengan

Ponpe Al Ikhlas

Pondok Pesantren Al Ikhlas Lantik Pengurus Baru            Suasana  di Ponpes Al Ikhlas Sleman (mediarakyat.co.id). Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlas Bercak, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY belom lama ini  melantik pengurus yang baru untuk periode 2019-2020. Acara pelantikan ini  bersama acara Istighosah di Ponpes setempat. Sedang acara Istighosah ini digelar setiap  Selasa malam atau (malem Rabo-Jw) acara ini sudah berjalan sejak berdirinya Ponpes tersebut. Demikian disampaikan Pengasuh Ponpes Al Ikhlas, KH. Abdulloh Khadiq Fauzan dengan panggilan akrabnya Pak Kyai Khadiq di kediamannya saat acara berlangsung. Selanjutnya ia menerangkan mengenai pelantikannya adanya pengurus baru dimaksudkan untuk menjaga situasi dan kondisi ponpes ini dapat berjalan lancar dibawah lindungan dari Alloh SWT. Sekaligus untuk memudahkan komunikasi dari orang tua santri sekaligus para santri manakala ada hal yang perlu dimusyawarahkan.  Adapun Pembina Organisasi ini yang telah terbentuk terdiri dari