Langsung ke konten utama

Mardiyo

STAIYO Adakan Ospek 2019/2020 



Kepala STAIYO Drs.H.Mardiyo MSi


Gunungkidul (mediarakyat.co.id). Mahasiswa baru tahun ajaran akademik 2019/2020 belom lama ini telah mengadakan ospek dilingkungan kampus STAIYO (Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarta). Selama ospek berjalan mahasiswa juga dibekali mengenai wawasan kebangsaan yang langsung disampaikan dari jajaran Polres Gunungkidul. Demikian disam paikan Kepala STAIYO, Drs.H.Mardiyo, MSi. diruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, Mardiyo menerang- kan bahwa STAIYO mengalami cukup pesat perkembangannya. Namun segala eksistensinya masih juga melakukan berbagai upaya untuk mempromosikan di sekolah sekolah tingkat atas khususnya di Gunungkidul dan sekitarnya. Padahal kenyataan- nya mahasiswa tidak hanya berasal dari  Daerah Istimewa Yogyakarta saja, bahkan dari luar Pulau Jawa pun ada.
Diakuinya, memang dunia pen- didikan cukup rumit pengelolaan- nya. Terlebih sekarang sudah makin banyak bermunculan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dengan unggulan  masing- masing. Kompetisi perguruan tinggi dewasa ini menuntut pengelola perguruan tinggi untuk makin jeli melihat pangsa pasar, dalam arti kebutuhan bagi lulusannya, yang kemudian akan dijadikan nilai plus untuk me- nggaet calon mahasiswanya, kondisi demikian memang perlu diantisipasi. Karena ada kesan pendidikan sepertinya diperda- gangkan. Jangan sampai dalam mengelola pendidikan itu yang diutamakan adalah      mencari keuntungan semata, dan kemu- dian mengabaikan   kualitasnya.
Mengelola perguruan tinggi harus diupayakan agar dalam mengelola perguruan tinggi hen- daknya selalu    mengarahkan proses belajar     mengajarnya sesuai dengan visi dan misinya. Paling tidak, harus sesuai de- ngan yang ada dalam kurikulum dan tidak menyipang.
Sehingga apapun bentuk pendi - dikan itu yang lebih dibutuhkan dan dirasakan manfaatnya   se - karang adalah aspek keteladan- an. Justru dalam hal yang satu inilah, masih dirasakan keku- rangannya. Pendidikan  tanpa keteladanan  atau bahkan di- abaikan keteladanan, ibarat pohon yang tumbuh dengan rindangnya namun tidak ber- buah. Demikian harapnya. (Adn/Bdn).







Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di