Langsung ke konten utama
Desa Petir Inginkan Jadi Desa Budaya

Gunungkidul (media rakyat.co.id). Desa Petir, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY sampai saat ini masih tergolong desa rintisan budaya. Demikian disampaikan Sarju, Kepala Desa Petir diruang kerjanya pada Senin, 9 Desember 2019.
Selanjutnya menurut Kepala Desa Petir,  Sarju, yang terpilih menjadi Kepala Desa Petir yang keduakalinya periode 2019 s/d 2025 , ia mengharapkan desanya yang saat ini masih tergolong desa rintisan budaya untuk segera ditetapkan menjadi desa budaya.
Menurutnya, sudah cukup banyak untuk mendukung menjadi desa budaya diantaranya ;
Saat lomba desa mendapat urutan nomor tiga, hal ini bisa terjadi karena antusiasnya semua komponen dan lembaga desa  yang ada di desa Petir saling bau membau dalam melaksanakan gotong royong untuk menuju suksesnya lomba desa.
Juga belum lama ini dikatakannya oleh Sarju, mendapat tropi "Caroko Balik" dari Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, SSos.
Sedangkan potensi desa adanya "Prita Lestari" yang menggalakkan seluruh masyarakat untuk  budi daya tanaman "gaharu". Tanaman gaharu ini termasuk tanaman langka yang dilindungi oleh pemerintah.
Juga adanya  suatu tempat yang dianggap sebagai cagar budaya yang setiap saat untuk kegiatan senam, jalan sehat dan lain lain. Saat mengadakan beberapa kegiatan di lokasi  ini dimanfaatkan oleh sebahagian masyarakat lingkungan  menyediakan warung kecil kecilan, sehingga  bisa menambah pendapatan perekonomian.
Harapan kepala desa dari desa rintisan budaya menjadi desa budaya sehingga nantinya bisa meningkatan perekonomian di desa Petir. Demikian harap Sarju  kepada Media Rakyat.Co.id. (adn/bdn).

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Kreasi Pom-Pom

Yuk, Manfaatkan Pom-Pom Untuk Kreasi Rumah Anda ! Tahukah anda apakah itu pom-pom ? Sleman  ( Mediarakyat.co.id ) -  Pom-pom adalah kerajinan tangan yang berbentuk bulat, berbulu dan berbagai macam warna serta ukuran. Pom-pom dapat terbuat dari benang wol, kain dan kertas. Namun, kali ini akan dijelaskan beberapa kreasi pom-pom dari benang wol yang simple, menarik dan unik untuk menghiasi rumah Anda. 10 kreasi pom-pom untuk hiasan rumah anda antara lain : 1. Bisa jadi hiasan bunga pom-pom. Bunga dari Pom-pom Bunga pom-pom dapat dijadikan hiasan rumah anda dengan cara tambahkan daun, tangkai, dan pot. Pot bisa diisi dengan gabus untuk menancapkan tangkainya. Buatlah pom-pom dengan warna yang berbeda-beda untuk menambah estetika. 2. Gantungan Kunci Kece dan Unik Gantungan Pom-Pom Pom-pom sangat menarik untuk dijadikan gantungan kunci. Selain simple dan unik, gantungan kunci dari pom-pom juga enteng dan murah meriah. Buatlah sebuah pom-pom dengan

Ponpe Al Ikhlas

Pondok Pesantren Al Ikhlas Lantik Pengurus Baru            Suasana  di Ponpes Al Ikhlas Sleman (mediarakyat.co.id). Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlas Bercak, Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY belom lama ini  melantik pengurus yang baru untuk periode 2019-2020. Acara pelantikan ini  bersama acara Istighosah di Ponpes setempat. Sedang acara Istighosah ini digelar setiap  Selasa malam atau (malem Rabo-Jw) acara ini sudah berjalan sejak berdirinya Ponpes tersebut. Demikian disampaikan Pengasuh Ponpes Al Ikhlas, KH. Abdulloh Khadiq Fauzan dengan panggilan akrabnya Pak Kyai Khadiq di kediamannya saat acara berlangsung. Selanjutnya ia menerangkan mengenai pelantikannya adanya pengurus baru dimaksudkan untuk menjaga situasi dan kondisi ponpes ini dapat berjalan lancar dibawah lindungan dari Alloh SWT. Sekaligus untuk memudahkan komunikasi dari orang tua santri sekaligus para santri manakala ada hal yang perlu dimusyawarahkan.  Adapun Pembina Organisasi ini yang telah terbentuk terdiri dari