Langsung ke konten utama
Kapanewon Ponjong Rencanakan Potong 500 Kambing


       Akirno. MSi., Panewu Anom Ponjong

Gunungkidul (Media Rakyat.Co.id). Kapanewon Ponjong menghadapi Hari Raya 'Idul  Adha 1441 H/ 2020 M  merencanakan akan memotong kambing atau domba sejumlah 500 ekor. Dari jumlah  tersebut atas pemberian dari Pondok Pesantren Darul Tauhid  Cabang Yogyakarta, sedang pusat Ponpes Darul Tauhid tersebut berpusat di Bandung. Direncanakan satu hari sebelum jatuh  tempo hari raya tersebut  kambing   sudah sampai di Kapanewon Ponjong. Demikian disampaikan Panewu Anom Ponjong, Akirno,  MSi.   Diruang kerjanya pada 23 Juni 2020.
Selanjutnya Akirno menjelaskan bahwa sejumlah 500 kambing  tersebut tidak mungkin akan disembelih di kantor Kapanewon Ponjong namun akan dibagikan ke seluruh Pedukuhan di Kapanewon Ponjong.
Darul Tauhid Peduli Cabang Yogyakarta bekerjasama dengan Kapanewon Ponjong, akan menyelenggarakan Qurban Fest (Festival Qurban). Sebanyak 500 ekor domba yang akan tersebar di 119 Desa.
Rencana kambing  yang  akan datang yaitu pada hari  Minggu 2 Agustus dan akan dipotong pada tanggal bertepatan hari tasyrik yakni hari Senin, 3 Agustus 2020/13 Dzulhijjah 1441 H. Karena masing-masing Pedukuhan akan menerima empat (4) ekor kambing, maka  sisa dari jumlah tersebut yakni 24 ekor itu untuk lembaga lain yang ada  di wilayah Kapanewon Ponjong, seperti SLB, (Sekolah Luar Biasa) Ponjong, Pondok Pesantren ALMURTADHO dan Mushola 2 dan Masjid yang dirasa masih minim qurbannya.
Saran dari FORKOMPIMKAP, (Penewu, Kapolsek dan Danramil) untuk tetap menjaga Protokol Kesehatan, meminilisir perkumpulan masa, demikian juga dalam pelaksanaan mematuhi Edaran Bupati Gunungkidul  dan Kandepag, tentang  tata cara penyembelihan hewan qurban.
Mengenai pelaksanaan kegiatan qurban harus sesuai  mengedepankan aturan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran pandemi Covid-19. Demikian terang Akirno kepada MediaRakyat.Co.id ( bdn/adn ).

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di