Langsung ke konten utama

Ispramoyo, Lurah Sumber Wungu

Lurah Sumberwungu  Lantik Pamong Kalurahan
          Lurah Sumberwungu, Ispramoyo
   (dua dari kanan) bersama para Pamong

Gunungkidul (Media Rakyat.Co.id). Bertempat di kediaman Ispramoyo,  Lurah Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DIY saat dihubungi Media Rakyat.Co.id pada Kamis Legi (9 Juli 2020) lalu berkaitan pelantikan para pamong mengatakan  bahwa  pada  Senin (16 Juni 2020)   melantik dan mengambil sumpah janji  tujuh (7) pamong 19 dukuh dan pengukuhan  staf 6 orang. Pelaksanaan acara ini disaksikan Panewu, KUA,    Forkompimka, Danramil, Kapolsek Kapanewon Tepus ,  Babinkamtibmas, Babinka, dan para pimpinan lembaga Kalurahan setempat.
Masih keterangan Ispramoyo, berkaitan pelantikan dan pengambilan  sumpah janji para  pamong dan staf dikediamannya, ia membeberkan atas  sambutannya dan himbauannya dihadapan para pamong dan perangkatnya, ia mengharapkan  semua pamong dan para dukuh untuk  mengabdi pada masyarakat diusahakan  ada peningkatan yang lebih baik dan  setiap kegiatan baik di tiap tiap pedukuhan maupun di kalurahan mencerminkan keistimewaan Yogyakarta dengan menjunjung tinggi adat-istiadat Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat.
Selanjutnya  berkaitan dengan adanya pandemi Covid 19 menurutnya, dijelaskannya bahwa di wilayah Kalurahan Sumberwungu adalah termasuk zona hijau karena  sampai saat ini belum ada  satu orangpun  yang terpapar covid-19.
Mengenai kegiatan keagamaan sementara mengikuti himbauan. Pemerintah untuk menghindari kerumunan masa maka di 20 masjid sementara tidak mengadakan pertemuan-pertemuan.
Ditambahkan mengenai obyek wisata pantai Kalurahan Sumberwungu tidak punya pantai.  Namun ceritanya hasil musyawarah kalurahan. Rencananya akan membuat rest area untuk menyediakan para wisata yang lewat di kawasan kalurahan ini.
Menurut Ispramoyo, walau kalurahan Sumberwungu tidak punya pantai tapi punya Pondok Pesantren yang jarang dimiliki oleh pondok pesantren lainnya. Karena para santri mayoritas adalah disabilitas yang jumlahnya lebih kurang 500 santri. Sedang para pengajar mayoritas para ustadz dari  kalurahan setempat. Dan para santri  penyandang disabilitas ini berdatangan tidak.hanya dari kota Yogyakarta namun dari berbagai kota baik dari Jawa maupun luar Jawa. Konon menurutnya santri disabilitas ini pecahan dari pondok pesantren Kota Gede, Yogyakarta. Demikian jelas Ispramoyo. (bdn.adn).




Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di