Langsung ke konten utama


Warga  Kemejing Kreatif Kembangkan Produk  Ketela Pohon 

               Pariman, Lurah Kemejing

Gunungkidul (Media Rakyat.Co.id). Seperti apa yang disampaikan Lurah Kemejing saat ditemui Media Rakyat.Co.id di ruang kerjanya pada Kamis 27 Agustus 2020 sambutannya  raut wajahnya menunjukkan keceriaan dan lemah lembut. Gaya bahasanya yang halus dan pakaiannyapun ala abdi dalem Kraton Ngayojokarto Hadiningrat, ia tetap sopan dan tegas baik dalam bertutur kata maupun bersikap. Pariman, nama lengkapnya saat ini menjabat Lurah Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul yang dilantik oleh Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, SSos.,  pada Jumat Kliwon, 1 Nopember 2019 tahun lalu.
Selanjutnya berkaitan dengan berkecamuknya pandemi Covid-19 pihaknya menuturkan bahwa kawasan. Kalurahan Kemejing bisa dibilang zona hijau namun demikian semua warga masyarakat diharapkan  tetap patuh mengikuti anjuran dan himbauan protokol kesehatan guna mengantisipasi terjangkitnya wabah tersebut. Saat dikonfirmasi mengenai bantuan untuk warga Kemejing semua menerima bantuan kecuali Pamong,  ASN  TNI Polri, dan Pensiunan.
Adapun masyarakat mengenai  kesehariannya, Lurah Kemejing, Pariman, menjelaskan bahwa masyarakat Kemejing mayoritas petani. Para petani Kawasan Kemejing mayoritas adalah menanam Ketela Pohon. Hal ini bisa terjadi karena sistem budidaya pertanian hidroponik ( pertanian tanpa air ) ini   yang ada disesuaikan dengan kondisi media tanah yang ada. Adapun jenis-jenis ketela pohon yang bisa dikonsumsi  ini,  ia menerangkan antara lain: ketela mentik, ketela gendruwo, ketela ketan, ketela kapuk, ketela rengganis, ketela pandesi, ketela kirik, ketela mentega, ketela bayem. Untuk masyarakat Kemejing mayoritas menanam ketela bayem. Hasil olahan ketela bayem menurutnya  jauh  lebih mudah apabila dibuat aneka sajian dan rasanya lebih enak dibanding ketela-ketela yang lain. Saat ini ketela bayem disamping dibuat gaplek juga dibuat ceriping. Cara membuat ceriping inipun masih manual artinya dari ketela bayem yang masih basah disisir tipis-tipis pakai pisau  kemudian dijemur. Adapun pembuatan gaplek sangat mudah prosesnya yakni ketela langsung dikupas kulitnya kemudian dijemur sampai kering.
Untuk hasil hingga sampai maksimal ia menuturkan  bahwa tanaman ketela merupakan tanaman yang sangat terkontrol, baik lingkungannya maupun keharaan. Dengan demikian agar bisa mencapai hasil lebih besar dan  maksimal. Maka penggunaan media organik berupa sekam padi yang ditambah dengan pupuk kandang sebagai sumber koloid dan hara. Tujuannya dengan pupuk kandang ini adalah untuk mengurangi penggunaan anorganik. 
Diharapkan kreatif pengembangan produk ketela pohon ke depan bisa membantu perekonomian warga setempat. Demikian harap Pariman. (Bdn/adn). 

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua