Langsung ke konten utama

 Ngatijo Pulang Kantor Kerjakan Pipil Jagung


Gunungkidul (Media Rakyat.co.id). Ngatijo kesehariannya seorang Pamong Kamituwo Kalurahan Kanigoro,  Kecamatan Saptosari  sehabis  pulang kantor dirinya bersemangat untuk melanjutkan mengerjakan pekerjaan di bidang pertanian dan selebihnya di rumah terutama yang berkaitan dengan  hasil panen  pertanian. Memang di lahan pertanian ada beberapa tanaman yang mempunyai nilai ekonomis, misalnya kacang tanah, ketela , kedelai, jagung dan juga pohon pisang.  Untuk jenis tanaman ini disesuaikan dengan musim atau situasi  kondisi alam. Jiwa tani ini   memang  ia lakukan bukan karena kondisi saat  menghadapi era pandemi covid_19 saja namun sudah rutinitas walau sebagai pamong jiwa sebagai petani tetap.melekat di hatinya. Kebetulan hasil panen beberapa waktu lalu  adalah  jagung yang cukup lumayan.  Maka sehabis pulang kantor sebagai abdi negara ia langsung mengerjakan pipil jagung.  



Mengenai pipil jagung ini diterangkan awalnya hanya dikerjakan dengan memakai jari tangan kemudian tumbuh kreatif membuat alat pipil secara manual yakni dengan bekas  ban mobil yang ia reka yasa sehingga mempercepat cara untuk memipil biji jagung dengan mudah dan cepat. 

Dijelaskannya, tempo dulu  bahwa jagung juga merupakan tambahan makanan pokok sebagian masyarakat di kawasan Gunungkidul. Tanaman jagung bisa tumbuh dengan baik di daerah ketinggian tidak lebih 1.500 m. dari permukaan air laut. Semakin rendah daerahnya tanaman jagung akan semakin baik tumbuhnya. Jagung selain menjadi tambahan pokok, dapat menjadi tepung jagung atau maizena.

Diharapkannya  dengan hasil panen jagung ini nantinya  bisa membantu perekonomian yang saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi akibat dari  pandemi covid-19. (bdn-adn).


Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di