Langsung ke konten utama

Martono,IS, SIP, Panewu Gedangsari

 Martono Iman Santoso:  Himbau Masyarakat Pelestarian Alam dan Air                              


Gunungkidul (Media Rakyat.co.id)                                                                        

Seperti apa yang pernah disampaikan beberapa waktu lalu, Martono Iman Santoso, SIP.,  Penewu Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul mengenai himbauan kepada  masyarakat diwilayahnya yang ia pimpin untuk melestarikan alam dan air agar selalu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dilingkungan masing-masing,  maksudnya di enam  kalurahan yakni; Kalurahan Serut, Sampang, Watugajah, Tegalrejo, Hargomulyo dan Ngalang.

 Dalam.pelestarian alam ini ia menjelaskan  di beberapa kalurahan untuk memperhatikan kondisi dilingkungan yang mereka huni.   Kondisi  tanah yang sangat labil membuat terjadinya erosi di saat turun  hujan yang sangat ekstrim.

Bumi yang kita huni sudah banyak mengalami kerusakan. Misalnya hutan banyak yang gundul,  polusi udara, polusi air,  polusi tanah. 

Berbagai kegiatan manusia telah menimbulkan kerusakan-kerusakan tersebut. Asap dari pabrik-pabrik industri dan kendaraan bermotor mencemari udara. Bahan kimia pertanian meracuni sungai..Hutan di tebang secara sembarang sehingga menjadi gundul dan sumber oksigen menjadi berkurang. 

Bumi sebagai tempat kita tinggal harus kita jaga dan pelihara. Jika kita lalai menjaganya, kita akan menuai akibatnya. Mulailah dari hal yang kecil dan segera lakukan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga dan memelihara bumi kita. Misalnya kita mulai menanam pohon yang mengandung air, yakni ; 

 Nangka,  Munggur,  Trembesi, Akar Wangi, Mlinjo, dan Gayam. 

Pohon-pohon tersebut adalah penyangga air hujan, bahkan saat musim kemaraupun tidak akan menyedot air. Maka saat musim kemaraupun tumbuhan tersebut tetap rimbun, dan sebagian ada  yang mempunyai nilai ekonomis, yakni ;  Akar Wangi,  pohon Gayam, pohon Mlinjo dan pohon Nangka.

Untuk itu tanaman tersebut puluhan tahun kemudian  akan mempertahankan tanah longsor dan akan mempertahankan air hujan sehingga anak cucu kita akan memanfaatkan tanaman tersebut.

 Karena air yang ada di bumi mengalami penguapan akibat dari panas matahari. Uap air tersebut naik ke atmosfer kemudian mendingin dan mengalami pengembunan sehingga terbentuklah awan. Jika awan bertemu dengan udara dingin  maka akan terjadi hujan. Air hujan jatuh ke bumi akan mengalir ke  sungai, terkumpul di danau, dan meresap.ke dalam tanah.  

Harapan ke depan pohon pohon tersebut nantinya akan mampu manahan tanah longsor dan menahan air. (bdn-adn).

Postingan populer dari blog ini

MENENGOK PENINGGALAN SEJARAH DI KARAWANG

Monumen Karawang Karawang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Kota ini dijuluki pula kota padi. Ada begitu banyak peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di kota Karawang.  Karawang yang berjuluk kota padi atau kini dijuluki kota pangkal perjuangan ini, memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari Curug Cijalu yang terletak di Selatan Karawang, samapi objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan Kemerdekaan Negara Indonesia, seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede, dan ada pula wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya.  Monumen Rawa Gede Dimulia dari sejarah monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta . Objek wisata Monumen Rawagede ini dibangun untuk memperingati peristiwa pembantaian warga sipil oleh tentara Belanda. Monumen ini d

Diduga Oknum Notaris dan Advokad Yogya Terlibat Pemalsuan Keterangan Waris

Pengejaran Kasus Direktur  Bonbin  KMT Antonius Tirto Diprojo  Yogya ( Mediarakyat.co.id ) -  Permohonan Pra Peradilan tidak diterima Hakim tunggal Pengadilan Negeri Sleman, FX Heru Susanto S.H., M.H. (Kamis 14/12). Meski demikian Ny Ayem alias Sie Biok Ngiok (71 th) warga Jln. Kyai Mojo No. 43 kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta, tetap tegar, tidak putus asa, dan besemangat mencari kebenaran serta keadilan hukum kepada pihak yang berwajib.  Bahkan kini pihaknya mendesak kepada penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjut kasus terlapor KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, Direktur Kebon Binatang (Bonbin) Gembira Loka Yogyakarta yang telah dilaporkan tanggal 27 Oktober 2017 nomor: Lp/58/X/2017 DIY/SPKT. Baca Juga: Perusahaan Bangkrut Masih Dihukum 10 Bulan Dalam laporan itu, KMT Antonius Tirto Diprojo alias Antonius Joko Tirtono, tanggal 24 Juli 2017 sekitar pukul 11.00 WB di kantor Polda DIY, telah diduga melakukan suatu perbua

PT BPR ( Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA Menjadi Salah Satu Bank Perkreditan Rakyat Terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta

Direktur PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto. SH. MKn Saat Foto Bersama Karyawan Yogyakarta ( MediaRakyat.co.id )  - PT BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang berdiri sejak tanggal 9 Februari 2009 beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km. 8,5 Sariharjo, Ngaglik Sleman. BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan menjadi salah satu peserta LPS (Lembaga Penjaminan Simpanan) serta sebagai salah satu lembaga keuangan yang menunjang pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Direktur PT BPR (Bank Perkreditan Rakyat) DEWA ARTHAKA MULYA, Rahadiyan Dewanto, SH., MKn saat diwawancarai MediaRakyat.co.id pada 12/02/2019 malam disela-sela acara Malam Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 Perhimpunan Fuqing Yogyakarta di Gedung Asia Pasific Jl. Magelang menyampaikan ada beberapa nasabah BPR DEWA ARTHAKA MULYA yang ikut di acara ini kemudian kami di